Tanjungpinang – Sisa kuota diskon tiket kapal sebesar 30 persen dari pemerintah masih tersedia hingga awal April 2026, di tengah tingginya arus mudik Lebaran dari Pelabuhan Kijang dan Tanjungpinang yang tercatat nyaris penuh pada puncak keberangkatan.

Kegiatan ngobrol santai bersama PT Pelni digelar di Mid Valley Coffee and Eatery, Jalan Ahmad Yani KM 6, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (2/4/2026).

Kepala Cabang PT Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, mengungkapkan arus mudik tahun ini tetap tinggi meski jumlah jadwal keberangkatan berkurang dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau dari Kijang, armada yang beroperasi itu KM Tidar dan KM Bukit Raya. Untuk keberangkatan sebelum Lebaran, semuanya terisi maksimal karena berpatokan pada kapasitas dispensasi,” ujarnya.

Ia merinci, KM Bukit Raya pada 14 Maret mengangkut sekitar 1.450 penumpang, sementara KM Tidar pada 18 Maret mencapai 2.654 penumpang sesuai batas dispensasi.

Meski terjadi lonjakan, Putra menyebut jumlah penumpang secara umum tidak jauh berbeda dibanding 2025. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada frekuensi keberangkatan.

“Tahun 2025 kita sempat dapat dua kali keberangkatan sebelum hari H. Tahun ini hanya satu kali, yaitu tanggal 14, itu yang membedakan,” katanya.

Di sisi lain, program stimulus tiket dari pemerintah menjadi faktor yang cukup membantu masyarakat. Diskon sebesar 30 persen dari tarif dasar berlaku untuk seluruh rute keberangkatan kapal Pelni di Indonesia pada periode 11 Maret hingga 5 April 2026.

“Kuotanya sekitar 54 ribu lebih secara nasional. Terakhir kami update, masih tersisa sekitar 7,5 persen. Kami harapkan masyarakat bisa memanfaatkan sebelum batas akhir,” jelas Putra.

Untuk rute, kapal dari Kijang melayani berbagai tujuan utama seperti Tanjung Priok, Surabaya, Makassar hingga wilayah Indonesia Timur seperti Kupang, Larantuka dan Maumere. Sementara KM Bukit Raya juga melayani rute ke Natuna, Pontianak hingga Surabaya.

Putra menegaskan, seluruh program diskon tidak dibatasi per pelabuhan, melainkan berlaku nasional selama periode yang ditentukan.

“Selama keberangkatan masih dalam rentang tanggal 11 Maret sampai 5 April, itu bisa digunakan ke semua tujuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, operasional kapal Pelni di wilayah Tanjungpinang-Kijang rata-rata melayani dua kali perjalanan dalam sebulan untuk masing-masing rute utama.

Dengan berakhirnya periode mudik Lebaran, Pelni memastikan evaluasi akan dilakukan, terutama terkait keterbatasan jadwal keberangkatan yang dinilai berpengaruh pada distribusi penumpang di masa puncak.

(Kev)