Padang – Komisi III DPRD Kota Padang menyoroti progres pengerjaan proyek penataan kawasan Air Mancur Pasar Raya yang menelan anggaran lebih dari Rp9 miliar. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, progres proyek tersebut dinilai masih sedikit di bawah target yang telah ditetapkan.
Sorotan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, saat meninjau sejumlah proyek infrastruktur di kawasan Pasar Raya Padang. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan yang dibiayai anggaran pemerintah berjalan sesuai perencanaan, baik dari segi waktu, kualitas pekerjaan, maupun manfaatnya bagi masyarakat.
“Kami anggota DPRD Kota Padang, khususnya Komisi III yang membidangi infrastruktur, mengevaluasi pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan pada 2026, terutama program-program strategis,” kata Helmi.
Menurutnya, proyek penataan Air Mancur Pasar Raya perlu mendapat perhatian agar pelaksanaannya tetap terkendali dan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Dengan nilai anggaran lebih dari Rp9 miliar, proyek tersebut diharapkan mampu mendukung penataan kawasan perdagangan sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.
Selain kawasan air mancur, Komisi III juga meninjau pembangunan sarana dan prasarana di area basement Pasar Raya yang dipersiapkan sebagai lokasi berjualan bagi pedagang.
Helmi menyebutkan, progres pengerjaan fasilitas di basement telah mencapai 97 persen. Ia berharap sisa pekerjaan dapat segera diselesaikan dalam beberapa hari ke depan sehingga fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Alhamdulillah, sarana dan prasarananya sudah 97 persen. Beberapa hari ke depan diharapkan bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.
Penyelesaian basement menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menata aktivitas perdagangan di Pasar Raya. Area tersebut diharapkan dapat menampung pedagang yang selama ini berjualan di luar, sehingga aktivitas jual beli lebih tertib dan kawasan pasar menjadi lebih nyaman.
Di samping progres pembangunan, persoalan drainase juga menjadi perhatian Komisi III DPRD Kota Padang. Helmi mengungkapkan, sejumlah ruas jalan di kawasan Pasar Raya tidak mengalami banjir, tetapi genangan air masih ditemukan di bagian dalam pasar ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan, kenyamanan pengunjung, serta kelancaran transaksi antara pedagang dan pembeli.
Karena itu, pembangunan drainase induk dinilai penting untuk mendukung penataan Pasar Raya secara menyeluruh. Sistem drainase yang memadai diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan, terutama saat hujan deras.
Dalam peninjauan tersebut, Helmi juga mengungkapkan sejumlah kendala yang memengaruhi kelancaran pengerjaan beberapa bagian proyek. Kendala itu antara lain berkaitan dengan persoalan kelistrikan serta material yang telah tiba di lokasi, tetapi belum dapat dipasang karena masih terkendala aktivitas di kawasan pasar.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera dikoordinasikan oleh pihak-pihak terkait agar tidak semakin menghambat penyelesaian pekerjaan.
Komisi III DPRD Kota Padang menegaskan pengawasan terhadap proyek-proyek strategis akan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaannya sesuai rencana dan anggaran yang telah dialokasikan.
Bagi DPRD, pembangunan Pasar Raya tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian fisik proyek, tetapi juga bagaimana fasilitas yang dibangun dapat menjawab kebutuhan pedagang dan masyarakat.
Dengan penyelesaian penataan kawasan Air Mancur, rampungnya fasilitas basement, serta pembenahan sistem drainase, Pasar Raya diharapkan menjadi kawasan perdagangan yang lebih tertata, nyaman, dan mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat Kota Padang. (Amryan)




1 Komentar
Good job ketua kami Pak AY.. Maju bersama utk perubahan yang lebih baik, bagi kota Padang tercinta👍