Tanjungpinang – Sebanyak 21 nomor pertandingan pencak silat akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 di Tanjungpinang. Ajang ini tidak hanya menjadi perebutan medali antardaerah, tetapi juga menjadi kesempatan menjaring pesilat potensial untuk memperkuat Kepri di tingkat nasional.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kepri, Sugianto, mengatakan persiapan pertandingan terus dimatangkan, mulai dari aspek teknis hingga administrasi penyelenggaraan.
Ia memastikan pertandingan akan mengacu pada aturan resmi terbaru yang berlaku pada 2026 agar atlet serta wasit dan juri dapat menyesuaikan diri dengan standar pertandingan.
“Persiapan terus kita matangkan. Untuk pertandingan nanti, kita menggunakan aturan pertandingan terbaru tahun 2026 agar seluruh atlet dan wasit juri menyesuaikan dengan standar yang berlaku,” ujar Sugianto, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, Porprov VI Kepri akan mempertandingkan 15 nomor laga dan enam nomor seni. Pada kategori laga putra, pertandingan dibagi dalam kelas A hingga I, sedangkan kategori putri meliputi kelas A hingga E. Adapun kategori seni terdiri atas nomor tunggal, ganda, dan beregu.
Dari sisi kepesertaan, Sugianto menyebut terdapat 26 atlet yang terdaftar sesuai kuota nomor pertandingan. Namun, tidak seluruh kabupaten/kota mengirimkan atlet secara penuh di setiap kelas.
Kondisi tersebut membuat persaingan antardaerah diperkirakan berlangsung ketat. Setiap kontingen berpeluang menunjukkan hasil pembinaan atlet di daerah masing-masing sekaligus mengukur kekuatan pencak silat di Kepri.
Sugianto memperkirakan Kota Batam dan Kabupaten Bintan menjadi dua daerah yang cukup kuat dalam persaingan memperebutkan gelar juara. Meski demikian, ia menegaskan Pengprov IPSI Kepri tidak akan mencampuri target medali masing-masing kontingen.
“Kota Batam dan Bintan memang diprediksi cukup kuat, tapi daerah lain juga punya potensi. Soal target medali itu sepenuhnya menjadi kewenangan dan ranah kabupaten/kota masing-masing,” katanya.
Di sisi penyelenggaraan, Sugianto mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan bagi panitia pelaksana. Kendati demikian, IPSI Kepri berupaya memastikan pertandingan tetap berjalan lancar dan sesuai standar yang ditetapkan.
“Soal anggaran memang menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Tapi kami tetap berkomitmen agar pertandingan Porprov VI ini berjalan maksimal dan sesuai standar yang ditetapkan,” tegasnya.
Sementara itu, persiapan atlet dilakukan masing-masing kabupaten/kota melalui program pemusatan latihan atau training center (TC). Latihan intensif tersebut difokuskan pada peningkatan fisik, pematangan teknik, serta kesiapan mental sebelum bertanding di Tanjungpinang.
Sugianto menambahkan, para pesilat yang akan tampil telah melalui proses seleksi di daerah masing-masing. Seleksi dilakukan melalui Pekan Olahraga Kota (Porkot), Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), maupun seleksi khusus yang digelar pengurus cabang IPSI.
Menurutnya, Porprov VI juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi. Pesilat yang menunjukkan kemampuan dan prestasi di ajang tersebut berpeluang diproyeksikan memperkuat Kepri pada kejuaraan nasional, termasuk agenda Pra-PON mendatang.
Sejumlah atlet yang akan bertanding juga diketahui pernah memperkuat Kepri dalam kejuaraan tingkat nasional, seperti PON Beladiri dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas persaingan selama Porprov berlangsung.
“Porprov ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah. Kita ingin momentum ini melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap diproyeksikan membela Kepri di ajang nasional dan Pra-PON. Inilah jenjang pembinaan yang ingin kita rawat bersama,” pungkas Sugianto.
(kev)




Tinggalkan Balasan