Batam — Genap satu tahun kepemimpinan Amsakar Achmad sebagai Wali Kota Batam. Dalam kurun waktu tersebut, Pemerintah Kota Batam disebut berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, serta keberlanjutan pembangunan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kota Batam–Tanjungpinang (HMKB), Frando Sipayung, Senin, 2 Februari 2026.

Menurut Frando, tahun pertama kepemimpinan merupakan fase penting karena menjadi tolok ukur awal penilaian masyarakat terhadap kinerja kepala daerah.

“Satu tahun kepemimpinan Amsakar Achmad merupakan momentum penting dalam kepemimpinan, karena di tahun pertama lah masyarakat Batam akan menilai kinerja nya sebagai walikota Batam. Saya melihat untuk di tahun pertama masih banyak yg perlu di benahi oleh walikota Batam,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai masih terjadi di Kota Batam, seperti banjir, infrastruktur yang belum merata, kebakaran hutan, hingga persoalan sampah yang menumpuk.

“Kita bisa lihat masih banyak persoalan yang terjadi di kota Batam, seperti Banjir, infratruktur yang belum merata, kebakaran hutan, sampah yg menumpuk. Persoalan yang diatas seharusnya segera di tanganin secepatnya agar masyarakat merasa nyaman,” tegasnya.

Selain persoalan infrastruktur dan lingkungan, Frando juga meminta perhatian lebih terhadap mahasiswa Batam yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya di Tanjungpinang.

“Disisi lain, saya berharap agar walikota Batam juga melirik Mahasiswa Batam yang sedang menempuh pendidikan di luar kota Batam seperti beasiswa, terutama mahasiswa Batam yang berkuliah di kota Tanjungpinang,” katanya.

Ia mengakui pemerintah telah menyediakan fasilitas Asrama Putra bagi mahasiswa Batam di Tanjungpinang. Namun, menurutnya, dukungan tersebut perlu diperkuat dengan kebijakan beasiswa sebagai prioritas.

“Kami disini sudah di fasilitasi dengan adanya Asrama Putra namun beasiswa juga harus menjadi skala prioritas untuk mahasiswa Batam yang di Tanjungpinang agar meningkatkan semangat belajar mahasiswa serta meringankan beban orang tua kami, karena akhirnya ketika kami sudah mendapatkan ilmu, kami pastinya akan bekerja dan mengabdi di kota Batam,” lanjutnya.

Frando menegaskan, evaluasi satu tahun ini bukan dimaksudkan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai bahan refleksi bersama.

“Evaluasi satu tahun ini bukan untuk menjatuhkan, tetapi sebagai bahan refleksi kita bersama.”

Ia berharap Pemerintah Kota Batam dapat memperkuat transparansi dan membuka ruang dialog publik yang lebih luas, termasuk melibatkan mahasiswa dalam proses pengambilan kebijakan.

“Kami berharap Wali Kota Batam dapat memperkuat transparansi, membuka ruang dialog publik, serta melibatkan mahasiswa dalam proses pengambilan kebijakan.”

HMKB, lanjutnya, akan terus mengawal jalannya pemerintahan demi terwujudnya Batam sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakatnya.