Ulasfakta – Kasus penyerangan terhadap H. Gusnahari, S.H., M.H., seorang hakim senior di Pengadilan Agama (PA) Batam, mengundang perhatian publik. Insiden yang terjadi pada Kamis pagi (6/3/2025) di depan rumah korban di Perumahan Cipta Garden, Sekupang, masih menyisakan tanda tanya besar terkait motif pelaku.
Berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang mengenakan helm dan pakaian serba hitam tiba-tiba masuk ke kediaman korban dan langsung menyerangnya. Gusnahari mengalami luka di tangan akibat tusukan senjata tajam sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit BP Batam untuk mendapatkan perawatan.
Kapolsek Sekupang, AKP Indra Wijaya, mengatakan bahwa pihak kepolisian sedang memburu pelaku serta mendalami motif di balik aksi nekat tersebut.
“Kami sedang mengumpulkan bukti dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Saat ini, dugaan sementara masih kami selidiki, apakah ada motif pribadi, pekerjaan, atau faktor lainnya,” ujar Indra.
Hakim Berintegritas, Pernah Tangani Banyak Kasus
Dikenal sebagai hakim berpengalaman di dunia peradilan agama, Gusnahari telah mengabdi di berbagai wilayah sejak tahun 1981. Dengan pengalaman panjangnya di bidang hukum, tak menutup kemungkinan bahwa insiden ini berkaitan dengan profesinya sebagai hakim.
Sepanjang kariernya, Gusnahari telah menangani berbagai kasus yang berkaitan dengan hukum keluarga dan perdata Islam. Ia juga pernah bertugas di beberapa kota seperti Pekanbaru, Tanjungpinang, Bengkulu, dan Pangkalan Kerinci, sebelum akhirnya ditempatkan di Batam sejak tahun 2022.
Apakah Ada Kaitan dengan Pekerjaan?
Kasus penyerangan terhadap hakim bukanlah hal yang baru di Indonesia. Dalam beberapa kasus, serangan terhadap aparat peradilan sering dikaitkan dengan putusan yang tidak memuaskan pihak tertentu atau adanya tekanan dari oknum tertentu yang berkepentingan.
Meski demikian, hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan apakah insiden yang menimpa Gusnahari memiliki keterkaitan dengan perkara yang pernah ditanganinya.
“Kami masih menelusuri berbagai kemungkinan, termasuk apakah ada ancaman sebelumnya yang diterima korban. Semua kemungkinan akan kami dalami,” tambah AKP Indra.
Polisi Himbau Masyarakat Tetap Tenang
Kepolisian memastikan akan bekerja secara maksimal untuk mengungkap kasus ini secepatnya. Warga Batam diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi hingga ada hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi aparat penegak hukum terkait keamanan hakim dan pejabat peradilan dalam menjalankan tugasnya.





Tinggalkan Balasan