Batam – Tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau akan bersaing dalam cabang olahraga (cabor) bulutangkis pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepri 2026. Selain mempersiapkan pertandingan, PBSI Kepri juga akan menggelar seleksi lanjutan untuk menentukan atlet yang diproyeksikan mengikuti Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON).

Sekretaris Umum PBSI Kepri, Agus Bambang, mengatakan tujuh daerah yang akan berpartisipasi yakni Batam, Tanjungpinang, Karimun, Bintan, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas.

Menurutnya, cabor bulutangkis akan mempertandingkan dua kategori, yakni beregu dan perorangan, dengan total tujuh medali emas yang diperebutkan.

“Untuk cabor badminton hanya memperebutkan 7 medali emas,” kata Agus, Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, hasil Porprov tidak serta-merta menjadi dasar penentuan seluruh atlet yang akan dibawa ke Pra-PON. PBSI Kepri masih akan menggelar seleksi lanjutan karena tidak semua atlet mengikuti Porprov dan sebagian berada di luar daerah.

“Atlet kita ada yang diluar kota ya, dan tidak semua juga ikut Porprov. Makanya, kami akan ada seleksi lagi untuk Pra-PON,” ungkapnya.

Agus menuturkan, pertandingan bulutangkis dijadwalkan mulai 1 November 2026. Pada hari pertama, kategori beregu dan perorangan akan dipertandingkan.

“Pertandingan pertama kategori beregu dan perorangan,” ujarnya.

Di sisi lain, PBSI Kepri masih menunggu pencairan dana dari Panitia Besar (PB) Porprov. Dana tersebut dibutuhkan untuk menunjang persiapan, termasuk kebutuhan penginapan dan perlengkapan pertandingan.

“Kami berharap dana segera diturunkan, karena itu nantinya digunakan untuk persiapan penginapan maupun peralatan lainnya,” tegasnya.

(Kev)