Ulasfakta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah pusat kini mulai dijalankan di Batam, Kepulauan Riau, dengan menyasar 9.758 siswa dari 13 sekolah di berbagai kecamatan. Program ini menjadi harapan baru dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah penerima manfaat tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Bengkong, Batam Kota, dan Sungai Beduk.

“Di Bengkong, ada tiga SD dan satu SMP. Sementara di Batam Kota, ada dua SD dan satu SMP. Sungai Beduk juga mendapat alokasi untuk tiga SD, satu SMP, dan satu TK,” jelasnya, Sabtu (1/3/2025).

Untuk mendukung program ini, pemerintah telah membangun tiga dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Badan Pangan Nasional (BGN). Ketiga dapur ini berlokasi di Golden City Bengkong, Yayasan Darussalihin di Anggrek Mas 1, dan Foodcourt Pambil Batam Kota.

“Setiap hari menu yang disajikan berbeda, tetapi tetap memenuhi standar gizi yang ditetapkan BGN. Kalori, protein, dan nutrisinya sudah diatur agar sesuai dengan kebutuhan anak-anak,” ujar Tri Wahyu.

Tak hanya menyediakan makanan sehat, Disdik Batam juga memastikan bahwa data siswa, termasuk tinggi badan, berat badan, kondisi kesehatan, dan riwayat alergi, telah disiapkan dan akan diserahkan kepada kepala SPPG untuk pertimbangan lebih lanjut.

Menariknya, program MBG tetap akan berlangsung selama bulan Ramadan, meskipun ada penyesuaian dalam bentuk makanan yang disediakan.

“Selama Ramadan, makanan berat akan diganti dengan makanan yang lebih tahan lama seperti kue kering, sehingga siswa bisa membawanya pulang untuk berbuka puasa,” kata Tri Wahyu.

Meski demikian, keputusan akhir masih menunggu arahan dari Badan Pangan Nasional (BGN) terkait teknis pelaksanaan selama Ramadan.

Dengan adanya program MBG ini, diharapkan kualitas gizi siswa di Batam semakin meningkat, sehingga berdampak pada kesehatan, konsentrasi belajar, serta pertumbuhan mereka di masa depan. Pemerintah juga berencana memperluas cakupan program ini ke lebih banyak sekolah setelah dilakukan asesmen lanjutan oleh BGN.