Ulasfakta – Sambil menjalani retret di Magelang, Jawa Tengah, Wakil Bupati Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengukir momentum baru bagi transformasi kepemimpinan di Batam. Dalam masa retret tersebut, tugas pemerintahan diserahkan sementara kepada Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, yang ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) untuk memastikan kelancaran operasional dan pelayanan publik.
Menurut Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, meskipun Amsakar sedang mendalami materi dan strategi di retret, semua agenda pemerintahan sudah dipersiapkan dengan matang untuk segera dijalankan setelah kepulangannya. Salah satu agenda utama yang diantisipasi adalah pidato pertamanya di DPRD Batam, yang dijadwalkan pada Senin, 3 Maret 2025, dan kemungkinan juga disusul dengan kegiatan “safari Ramadan” sebagai bentuk pembukaan dan penghargaan kepada masyarakat.
“Retret ini merupakan langkah strategis untuk memberikan penyegaran dan perspektif baru bagi para kepala daerah. Dengan adanya inovasi digital dan kolaborasi lintas sektor, kami yakin transisi kepemimpinan dapat membawa perubahan positif yang signifikan bagi Batam,” ujar Jefridin.
Dalam sidang transisi, serangkaian persiapan administrasi telah dilakukan, termasuk penyusunan berita acara serah terima jabatan yang menjadi dasar koordinasi antara pemerintahan lama dan yang baru. Meskipun rincian mengenai serah terima tersebut masih menunggu arahan lebih lanjut, Jefridin optimistis bahwa kolaborasi antara Amsakar dan Li Claudia akan semakin mengokohkan fondasi reformasi pemerintahan di Batam.
Lebih jauh, Jefridin mengungkapkan bahwa Li Claudia Chandra kemungkinan akan segera menuju Magelang pada periode 26-28 Februari 2025, untuk mengikuti sesi lanjutan retret, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan strategis para pemimpin daerah dalam menghadapi tantangan era digital.
“Kita berada di masa transisi yang penuh tantangan sekaligus peluang. Setiap langkah inovatif yang diambil selama retret akan menjadi modal berharga untuk menyusun kebijakan publik yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui transisi ini, pemerintah Batam tidak hanya mengoptimalkan pengelolaan administrasi, tetapi juga berkomitmen untuk mengedepankan reformasi yang menyasar peningkatan efisiensi dan kualitas pelayanan publik di era digital.




Tinggalkan Balasan