Ulasfakta – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta pada Jumat, 14 Februari 2025. Dalam disertasinya, Amsakar mengangkat topik “Implementasi Kebijakan Ex-Officio dalam Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam,” sebuah kajian yang mempelajari model kepemimpinan unik di mana kepala daerah juga merangkap sebagai kepala BP Batam.
Meskipun pilihan topik tersebut langsung mengundang spekulasi publik mengenai kemungkinan peran ganda Amsakar di masa depan, beliau menegaskan bahwa pemilihan topik disertasinya murni berdasarkan ketertarikan terhadap kebijakan strategis pemerintah pusat yang telah memberikan peran eks officio kepada kepala daerah di Batam.
“Ini merupakan fenomena unik di Indonesia. Dari empat kawasan perdagangan bebas di negeri ini, hanya Batam yang menerapkan sistem kepemimpinan ganda. Saya tertarik untuk mengkaji secara mendalam bagaimana model ini bekerja dalam konteks pembangunan daerah,” jelas Amsakar.
Lebih lanjut, beliau menyoroti sejarah transformasi Batam yang luar biasa. “Sejak awal pengembangannya pada 1971 sebagai pangkalan operasional, Batam telah mengalami pertumbuhan pesat. Perubahan status dari Kecamatan Belakang Padang hingga menjadi kota otonom mencerminkan dinamika yang sangat menarik untuk diteliti,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Amsakar menekankan bahwa penelitiannya semata-mata bertujuan untuk mengkaji kebijakan pemerintahan tanpa ada motif personal atau agenda politik tertentu. Beliau berharap bahwa hasil studi tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan model pemerintahan yang efektif dan inovatif di Batam, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.
Dengan selesainya studi doktoralnya, Amsakar menyatakan komitmennya untuk terus mengabdi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Batam. “Saya akan mengintegrasikan temuan dari penelitian ini ke dalam kebijakan dan strategi pembangunan kota, demi mewujudkan Batam yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkasnya.
Retret kepemimpinan dan pembekalan yang diadakan di Magelang juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan Amsakar dalam menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks di era digital. Dengan semangat inovasi dan dedikasi tinggi, kepemimpinan baru Batam diharapkan mampu mengarahkan kota menuju transformasi yang lebih progresif dan inklusif.




Tinggalkan Balasan