Batam – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pada Minggu, 1 Maret 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan serah terima Surat Keputusan (SK) Nomor: 005/SK/DPC.GMNI/BATAM/II/2026 sebagai dasar legalitas kepengurusan caretaker. Agenda ini diposisikan sebagai langkah konsolidasi strategis untuk memperkuat fondasi kaderisasi GMNI di Batam, dengan tetap berpedoman pada AD/ART organisasi serta keputusan hasil Kongres GMNI XXII di Bandung tahun 2025.
Komisariat memiliki peran sentral sebagai ruang pembentukan kader di tingkat perguruan tinggi. Bukan sekadar perangkat administratif, melainkan pusat rekrutmen, pengembangan kapasitas intelektual, dan internalisasi nilai ideologis secara terstruktur. Lahirnya Komisariat Raja Haji Fisabilillah merupakan hasil pemekaran dari Komisariat Persatuan UNRIKA, sekaligus respons atas kebutuhan ekspansi gerakan mahasiswa nasionalis di berbagai kampus di Batam.
Komisariat ini menghimpun kader dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Internasional Batam, Politeknik Negeri Batam, Universitas Terbuka Batam, Universitas Putera Batam, STIKOM Muhammadiyah Batam, serta Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional Batam. Komposisi lintas kampus ini dinilai mencerminkan semangat persatuan mahasiswa progresif yang berorientasi pada penguatan kesadaran kebangsaan dan keberpihakan terhadap rakyat.
Sekretaris DPK Caretaker GMNI Raja Haji Fisabilillah, Fikran Nurhansyah mengatakan “Deklarasi ini merupakan momentum penting dalam memperkuat legalitas, konsolidasi, dan komitmen bersama untuk menjalankan amanah organisasi secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab”.
Pemilihan nama “Raja Haji Fisabilillah” juga bukan tanpa pertimbangan. Tokoh tersebut dikenal sebagai pahlawan Melayu yang gigih melawan kolonialisme Belanda di wilayah Kepulauan Riau dan Semenanjung Malaya. Dengan mengadopsi nama Raja Haji Fisabilillah, komisariat ini menegaskan identitas perjuangan yang berakar pada sejarah lokal, namun tetap terhubung dengan semangat nasional anti-kolonial.
Berdasarkan SK yang diterbitkan, kepengurusan DPK Caretaker Raja Haji Fisabilillah dipimpin oleh Otniel Raja Maruli Situmorang sebagai Ketua, didampingi Iqbal Maulana (Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Politik), Alexander Manurung (Wakil Ketua Bidang Kaderisasi), Marcshanda (Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Kesarinahan), Fikran Nuhansyah (Sekretaris), serta Darweni Harefa (Bendahara). Dalam masa transisi ini, pengurus caretaker berkomitmen menjalankan agenda-agenda organisasi, Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) dan Musyawarah Komisariat sebagai forum tertinggi untuk membentuk kepengurusan definitif.
Gerak organisasi tetap berpijak pada Marhaenisme yang dirumuskan Soekarno sebagai respons terhadap kapitalisme, imperialisme, dan kolonialisme. Ideologi ini menempatkan kaum marhaen yaitu rakyat kecil yang termarginalkan secara struktural namun memiliki alat produksi sederhana sebagai subjek utama perjuangan. Melalui deklarasi ini, dengan kehadiran Komisariat Raja Haji Fisabilillah dapat menjadi episentrum konsolidasi gerakan mahasiswa nasionalis, sekaligus mempertegas komitmen terhadap tradisi intelektual, militansi kader, dan keberpihakan nyata pada rakyat.
Wakil Ketua Bidang Pengembangan dan Kesarinahan, Sarinah Marcshanda mengungkapkan “Sebagai bidang Pengembangan dan Kesarinahan, ini sebagai titik awal penguatan kapasitas kader serta pemberdayaan perempuan dalam organisasi, serta memastikan peran kesarinahan semakin strategis dalam mendukung kemajuan organisasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat”.
DPK Caretaker Raja Haji Fisabilillah diharapkan menjadi motor penggerak konsolidasi dan kaderisasi di tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Batam, sekaligus memperkuat komitmen perjuangan mahasiswa yang progresif, ideologis, dan berpihak pada rakyat.



Tinggalkan Balasan