Tanjungpinang – Pemadaman listrik berkepanjangan yang melanda Kota Tanjungpinang membuat warga berbondong-bondong mencari tempat menginap alternatif. Kondisi rumah yang gerah tanpa pendingin udara mendorong sejumlah keluarga beralih ke hotel, bahkan kamar di sejumlah penginapan dilaporkan penuh, Selasa (13/10/2026).

Situasi tersebut terlihat di Hotel Bintan Plaza, kawasan Km 5, Tanjungpinang. Sebanyak 140 kamar di hotel tersebut telah terisi sejak Senin (12/10/2026).

Satpam Hotel Bintan Plaza, Andreas, mengatakan mayoritas tamu yang menginap merupakan keluarga dengan anak kecil. Mereka memilih hotel karena kondisi rumah terasa panas saat listrik padam.

“Iya, berkeluarga semua karena ada anak kecil dan panas di rumah karena mati lampu. Hotel-hotel di Tanjungpinang juga penuh,” kata Andreas kepada Ulasfakta.

Andreas menyebut kondisi serupa juga terjadi di sejumlah hotel lain di Tanjungpinang.

Dengan tarif sewa kamar sekitar Rp360 ribu per hari, warga harus merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan kenyamanan yang tak lagi mereka rasakan di rumah saat listrik padam. Fasilitas pendingin ruangan (AC) menjadi salah satu kebutuhan yang dicari keluarga untuk beristirahat di tengah kondisi rumah yang gerah.

Membludaknya keterisian kamar hotel menjadi gambaran lain dampak pemadaman listrik berkepanjangan di Tanjungpinang.

Gangguan pasokan listrik tak hanya mengusik kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menambah beban pengeluaran rumah tangga. Ketika rumah tak lagi nyaman untuk beristirahat, warga terpaksa mengeluarkan biaya ekstra demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

(Kev)