Tanjungpinang – Dudukan kaldron api obor untuk pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI mulai dipasang di kawasan Taman Gurindam 12, Tugu Sirih, Tanjungpinang, Minggu (25/10/2026) malam.
Pemasangan tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang pembukaan Porprov Kepri VI yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (1/11/2026). Sebelum pembukaan, panitia akan menggelar gladi resik di lokasi yang sama pada 30–31 Oktober 2026.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Tanjungpinang, Murdani Hadinata, mengatakan pemasangan kaldron menjadi salah satu tahapan persiapan teknis untuk memastikan rangkaian pembukaan berjalan lancar.
“Persiapan kaldron api obor sudah memasuki tahap pemasangan. Selanjutnya, kami mempersiapkan gladi resik agar seluruh rangkaian kegiatan pembukaan Porprov Kepri VI berjalan lancar,” kata Dani.
Menurut Dani, jadwal pembukaan tersebut ditetapkan berdasarkan hasil rapat panitia bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri dan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Kirab api obor menjadi salah satu rangkaian penting dalam pembukaan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Api yang dinyalakan pada kaldron direncanakan terus menyala selama pelaksanaan Porprov Kepri VI.
“Kaldron ini menjadi simbol semangat persatuan dan sportivitas atlet serta masyarakat Kepulauan Riau dalam menyukseskan Porprov Kepri VI,” ujarnya.
Kaldron api obor tersebut mengusung tema “Semangat Melayu – Prestasi untuk Negeri”. Strukturnya dirancang dengan tinggi 350 sentimeter dan lebar 150 sentimeter, memadukan identitas budaya Melayu dengan unsur tradisional dan sentuhan modern.
“Desainnya memadukan identitas budaya Melayu dengan unsur tradisional dan sentuhan modern,” ujar Dani.
Koordinator Lapangan Kirab Api Obor, Raja Nazarudin, menjelaskan berbagai motif pada kaldron memiliki filosofi yang berkaitan dengan semangat olahraga, identitas budaya Melayu, dan harapan terhadap lahirnya atlet berprestasi.
Nyala api melambangkan semangat juang atlet dan persatuan masyarakat dalam meraih prestasi. Sementara itu, bentuk tanjak Melayu pada bagian mahkota menggambarkan kehormatan, kewibawaan, kebijaksanaan, dan jati diri masyarakat Melayu.
Motif tampuk manggis merepresentasikan identitas budaya Melayu, kejujuran, kerukunan, serta keseimbangan antara penampilan luar dan nilai-nilai di dalamnya. Adapun motif ombak laut mencerminkan karakter masyarakat Kepulauan Riau yang tangguh, dinamis, dan mampu beradaptasi menghadapi perubahan.
Kaldron tersebut juga dihiasi motif bintang dan bulan yang melambangkan harapan, penerang, serta cita-cita untuk meraih masa depan yang gemilang.
Selain itu, ukiran pucuk rebung berbentuk tunas bambu yang tumbuh ke atas menjadi simbol pertumbuhan, harapan baru, dan regenerasi. Dalam konteks olahraga, motif tersebut menggambarkan munculnya generasi atlet baru yang terus berkembang untuk mencapai prestasi tertinggi.
Raja menjelaskan ukiran tanjak Melayu turut memadukan motif awan larat, berupa pola awan bergelung yang saling berkaitan, dengan pucuk rebung. Perpaduan itu merepresentasikan kebijaksanaan, kemakmuran, dan kesinambungan generasi.
Sementara itu, motif ombak pada panel kaldron menggambarkan kondisi geografis Kepri sebagai daerah kepulauan yang didominasi lautan. Motif tersebut juga membawa pesan tentang semangat pantang menyerah dan kemampuan masyarakat menghadapi berbagai tantangan.
Melalui desain tersebut, kaldron api obor diharapkan tidak sekadar menjadi elemen seremonial, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya dan semangat masyarakat Kepri dalam mendukung atlet yang berlaga.
Porprov Kepri VI 2026 akan mempertandingkan 30 cabang olahraga dengan melibatkan atlet dari kabupaten dan kota se-Kepri. Ajang ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat sportivitas dan persatuan melalui olahraga.
(Kev)




















Tinggalkan Balasan