Ulasfakta – Setelah sempat dihentikan sejak Januari 2025, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Natuna kembali berjalan. Bulog memastikan stok yang tersedia saat ini mencukupi hingga Idulfitri, meredakan kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan pokok.
Kepala Cabang Bulog Kabupaten Natuna, Delly, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 564 ton beras SPHP yang tersimpan di dua gudang utama, yakni Gudang Bulog Ranai (200 ton) dan Gudang Bulog Sedanau (364 ton).
“Stok yang ada saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idulfitri,” ujar Delly saat ditemui di Gudang Bulog Ranai.
Penyaluran Kembali Setelah Sempat Dihentikan
Penghentian sementara penyaluran beras SPHP sejak 7 Februari 2025 sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, Badan Pangan Nasional (Bapanas) akhirnya memberikan izin untuk kembali menyalurkan beras SPHP mulai awal Maret hingga 29 Maret 2025.
Keputusan ini diambil mengingat tingginya kebutuhan pangan selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Dengan dimulainya kembali distribusi, masyarakat dapat memperoleh beras SPHP melalui agen-agen resmi yang telah bekerja sama dengan Bulog.
“Masyarakat tidak bisa membeli langsung dari gudang Bulog, tetapi bisa mendapatkannya di agen-agen resmi yang telah ditunjuk,” jelas Delly.
Pemkab Natuna dan Satgas Pantau Ketersediaan Pangan
Di hari pertama bertugas sebagai Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik langsung turun ke lapangan bersama jajaran Forkopimda dan Tim Satgas untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idulfitri.
Rangkaian sidak dimulai dari Gudang Bulog, lalu berlanjut ke Devon Smart Market, hingga Pasar Baru Ranai. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok bahan pokok, termasuk beras, masih dalam kondisi aman.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga pangan serta memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka selama bulan suci Ramadan.
Dengan stok yang mencukupi dan pengawasan ketat dari pemerintah daerah, masyarakat Natuna diharapkan dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa khawatir akan kelangkaan beras di pasaran.



Tinggalkan Balasan