Bintan – PT Pelni (Persero) Cabang Tanjungpinang melakukan sweeping tiket terhadap sekitar 900 penumpang KM Bukit Raya sebelum berangkat dari Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan, sekaligus memberikan peragaan penggunaan life jacket.

Pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan tiket serta kartu tanda penduduk (KTP) penumpang untuk memastikan identitas sesuai dengan data dalam manifest.

Kepala PT PELNI (Persero) Cabang Tanjungpinang, Benny Marganda Sinaga, mengatakan pemeriksaan dilakukan di setiap dek kapal untuk memastikan seluruh penumpang memiliki tiket resmi.

“Untuk hari ini keberangkatan KM Bukit Raya, PT PELNI Cabang Tanjung Pinang beserta stakeholder dan pihak kapal sudah melakukan sweeping, pemeriksaan tiket. Jadi kami memastikan bahwa setiap penumpang yang akan berangkat dengan menggunakan KM Bukit Raya semuanya telah memiliki tiket secara resmi dan ini menjadi dasar bagi penerbitan manifest,” ujar Benny saat diwawancarai Ulasfakta, Jumat (2/10/2026).

PELNI melakukan pemeriksaan tiket penumpang KM Bukit Raya. | Foto: Kevin/Ulf

Pemeriksaan tiket dilakukan dengan mencocokkan identitas penumpang melalui KTP untuk memastikan data sesuai dengan manifest.

“Pemeriksaan tiket biasanya kami lakukan pada setiap deck, pada setiap penumpang dengan mengecek tiket dan KTP supaya sesuai dengan identitas. Jadi ini adalah upaya untuk mendata seluruh penumpang yang berangkat memang telah memiliki tiket dan masuk ke dalam manifest penumpang,” katanya.

Benny mengatakan sekitar 900 penumpang naik KM Bukit Raya dari Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan.

“Penumpang kita yang naik dari Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan berkisar 900 orang,” ujarnya.

Peragaan penggunaan life jacket disaksikan Kepala KSOP Kelas III Kijang yang turut menyapa para penumpang KM Bukit Raya sebelum kapal berangkat.

Sejauh pemeriksaan dilakukan, Benny mengatakan tidak ditemukan penumpang yang berangkat tanpa tiket resmi.

“Ya, sejauh ini sepanjang kami sudah melakukan pemeriksaan tiket, tidak pernah kami temukan ada penumpang yang tanpa tiket,” katanya.

Jika ditemukan penumpang tanpa tiket, PELNI akan mengarahkan yang bersangkutan untuk membeli tiket resmi sebelum melakukan perjalanan sesuai ketentuan perusahaan.

“Jikalau memang ada penumpang yang tanpa tiket, maka sesuai dengan peraturan perusahaan, kami harus melakukan himbauan kepada penumpang agar melakukan pembelian tiket dan memastikan beliau akan berangkat dengan menggunakan tiket secara resmi,” katanya.

KM Bukit Raya dalam pelayarannya akan singgah di sejumlah pelabuhan, di antaranya Letung, Tarempa dan Selat Lampa.

Penumpang yang telah membeli tiket mendapatkan fasilitas tempat tidur atau matras serta fasilitas lainnya di atas kapal, khususnya di dek ekonomi.

“Penumpang yang telah membeli tiket akan mendapatkan fasilitas tempat tidur atau matras dan juga dapat menggunakan fasilitas di atas kapal yang telah disediakan oleh PT PELNI, khususnya di bagian dek ekonomi,” kata Benny.

Benny mengatakan pelaksanaan sweeping mendapat dukungan dari KSOP dan pihak kapal.

“Kami sebagai pegawai PT PELNI Cabang Tanjung Pinang mendapat dukungan penuh dari KSOP dan demikian juga dengan pihak kapal, mendukung penuh PT PELNI Cabang Tanjung Pinang untuk melakukan sweeping atau pemeriksaan tiket,” ujarnya.

PELNI mengimbau penumpang yang belum memiliki tiket agar melakukan pembelian melalui kanal resmi sebelum keberangkatan.

(Kev)