Tanjungpinang – KM Tidar sementara tidak melayani rute dari Pelabuhan Kijang selama Oktober 2026 karena menjalani perawatan (docking) di galangan Jakarta.
Kepala PT Pelni (Persero) Cabang Tanjungpinang, Benny Marganda Sinaga, mengatakan KM Tidar mulai menjalani docking sejak 27 September 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 23 Oktober 2026.
“Ya, terima kasih. Kalau dari kami sebagai perwakilan PT Pelni, dapat menyampaikan bahwa saat ini memang KM Tidar sedang melakukan perawatan docking melalui FRD di galangan Jakarta. Sehingga, KM Tidar untuk sementara tidak beroperasional untuk melayani dari pelabuhan Kijang ke pelabuhan-pelabuhan tujuan,” papar Benny, saat diwawancarai Ulasfakta, Jumat (2/10/2026).
Selama KM Tidar menjalani docking, belum ada kapal pengganti yang disiapkan untuk melayani rute-rute yang sebelumnya dilalui kapal tersebut tujuan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, Baubau hingga Kupang.
Benny mengatakan kondisi tersebut telah disosialisasikan sebelumnya kepada pengguna jasa maupun stakeholder, termasuk KSOP Kelas III Kijang.
“Hal ini juga sudah kami sampaikan kepada stakeholder, terutama KSOP kelas III Kijang bahwa selama operasional KM Tidar tidak berjalan dikarenakan sedang docking, maka belum ada kapal pengganti,” katanya.
Bagi masyarakat yang tetap membutuhkan perjalanan menuju sejumlah tujuan yang selama ini dilayani KM Tidar, Pelni menyarankan menggunakan pelayaran connecting.
Benny menjelaskan KM Bukit Raya masih beroperasi menuju Tanjung Priok. Dari pelabuhan tersebut, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kapal lain menuju sejumlah daerah yang sebelumnya dilayani KM Tidar.
“Kami menyarankan untuk bisa menggunakan pelayaran connecting. Pelayaran connecting yang kami maksud adalah KM Bukit Raya tetap beroperasional ke Tanjung Priok. Nanti di Tanjung Priok ada beberapa pilihan opsi kapal yang akan tetap melayani seperti sebagaimana jalur pelayaran yang dilalui oleh KM Tidar,” tuturnya.
Menurut Benny, docking merupakan agenda rutin kapal-kapal Pelni yang dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran.
“Kami kenapa harus menjalankan docking ini demi keselamatan dan keamanan pelayaran. Jadi kapal-kapal Pelni memang sudah terjadwal setiap tahun untuk menjalankan docking,” ujarnya.
Terkait pemesanan tiket KM Tidar yang tidak tersedia melalui aplikasi Pelni Mobile untuk periode Oktober, Benny mengatakan informasi mengenai jadwal docking telah disampaikan kepada pengguna jasa sebelumnya.
Berdasarkan jadwal sementara, KM Tidar menjalani docking mulai 27 September hingga 23 Oktober 2026. Namun, jadwal tersebut masih dapat menyesuaikan hasil pemeriksaan setelah kapal menyelesaikan perawatan dan menjalani sea trial.
“Namun demikian, kami tetap menunggu supaya KM Tidar bisa dicek oleh instansi terkait juga, apakah sudah dapat melayani untuk pelayaran berikutnya setelah kapal melaksanakan sea trial,” katanya.
Setelah sea trial terlaksana dengan baik dan kapal dinyatakan dapat kembali melayani pelayaran, jadwal KM Tidar akan diumumkan melalui kanal resmi Pelni, termasuk aplikasi Pelni Mobile.
Pelni juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket melalui akun maupun kanal yang tidak resmi. Benny meminta calon penumpang menggunakan kanal resmi Pelni untuk memperoleh informasi jadwal dan pemesanan tiket.
“PT Pelni sekarang sudah gencar, sudah giat untuk mensosialisasikan jadwal kapal penumpang melalui kanal resmi, yaitu Pelni Mobile. Oleh karena itu, hindari pengumuman-pengumuman yang bersifat palsu atau akun-akun palsu, baik dari media sosial dan jangan menggunakan pembelian tiket melalui kanal-kanal yang tidak resmi,” pungkasnya.
(Kev)




Tinggalkan Balasan