Tanjungpinang, Ulasfakta.co – Bonus senilai lebih dari Rp255 juta untuk 16 kafilah Kepulauan Riau (Kepri) yang berlaga pada MTQ Nasional XXVIII di Padang, Sumatera Barat, 2020, belum juga dicairkan. Enam tahun berlalu, para peserta masih menunggu janji Pemerintah Provinsi Kepri untuk memberikan penghargaan atas prestasi mereka.
Belum adanya kepastian pembayaran membuat persoalan tersebut kembali menjadi sorotan. Bonus itu sebelumnya dijanjikan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi para kafilah yang membawa nama Kepri di tingkat nasional.
Mhd Arian Syah, peserta cabang Tartil Al-Qur’an, mendesak Pemprov Kepri memberikan kepastian pembayaran bonus tersebut. Menurutnya, bonus itu merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan peserta membawa nama daerah di tingkat nasional, bukan sekadar persoalan nominal.
“Pemerintah seharusnya memberikan kepastian terhadap janji yang telah disampaikan. Ini bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih,” kata Arian.
Berdasarkan data yang dihimpun, besaran bonus yang dijanjikan berkisar Rp7,5 juta hingga Rp50 juta untuk setiap peserta, sesuai kategori dan prestasi yang diraih.
Belum terealisasinya pembayaran tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan anggaran. Pasalnya, dana bonus senilai lebih dari Rp255 juta itu disebut telah dianggarkan sejak 2020. Namun, hingga November 2026, para peserta belum menerima pembayaran.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, Misni, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah tengah membahas penyelesaian persoalan tersebut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Pemerintah sedang membahas solusi bersama TAPD agar persoalan ini dapat diselesaikan sesuai ketentuan berlaku,” ujar Misni.
Terpisah, mantan Direktur Quran Center Batam, Mahadi Rahman, mengungkapkan hasil komunikasinya dengan Sekdaprov Kepri dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kepri. Ia menyebut pencairan bonus tersebut direncanakan masuk dalam alokasi Tahun Anggaran 2027.
Jika rencana itu terealisasi, para peserta harus menunggu hingga tujuh tahun sejak mengikuti MTQ Nasional 2020 untuk menerima bonus yang telah dijanjikan.
Arian berharap Pemprov Kepri segera menyelesaikan persoalan tersebut dan tidak membiarkan para kafilah terus menunggu tanpa kepastian. Ia menilai pemerintah perlu menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab dalam memenuhi komitmen kepada para peserta.
Selain kepastian pencairan, pemerintah juga perlu memberikan penjelasan secara transparan mengenai status anggaran bonus, alasan belum dibayarkan, serta mekanisme penyelesaiannya.
Bagi para kafilah, prestasi telah diraih dan nama daerah telah diperjuangkan. Kini, mereka masih menunggu realisasi penghargaan yang dijanjikan pemerintah daerah.



Tinggalkan Balasan