Tanjungpinang – Setelah sempat tertunda akibat perbedaan penafsiran aturan pertandingan, cabang olahraga (cabor) panjat tebing Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI 2026 akhirnya resmi digelar di Taman Pamedan, Tanjungpinang, Selasa (3/11/2026).

Kepastian pelaksanaan pertandingan diperoleh setelah lima kabupaten/kota peserta bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kepri mencapai kesepakatan dalam technical meeting.

Wakil Ketua Panitia Besar (PB) Porprov Kepri, Eddy Rivana, menyebut seluruh pihak sepakat melanjutkan pertandingan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Setelah kami diskusikan kembali aturan yang berlaku, semua sepakat panjat tebing tetap dipertandingkan sesuai agenda Porprov Kepri VI,” kata Eddy.

Technical meeting yang sebelumnya tertunda itu akhirnya digelar pada Selasa. Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Harian Pengprov FPTI Kepri, Iwan, serta perwakilan kontingen Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Batam, dan Natuna.

Hasil kesepakatan memastikan panjat tebing tetap masuk dalam kompetisi resmi Porprov Kepri VI. Artinya, hasil pertandingan akan diperhitungkan dalam klasemen perolehan medali setiap kontingen, bukan sekadar pertandingan eksibisi.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai 3 November hingga dua hari berikutnya. Meski waktu pelaksanaan menjadi lebih terbatas akibat penundaan technical meeting, panitia tetap menargetkan seluruh 10 nomor dapat dipertandingkan.

“Targetnya, seluruh 10 nomor tetap dipertandingkan. Pengaturan teknis kami serahkan kepada tim pertandingan dan perwasitan dengan tetap mengacu pada aturan serta standar yang berlaku,” ujarnya.

Di tengah kepastian pelaksanaan pertandingan, persoalan empat atlet asal Batam turut menjadi pembahasan. Keempat atlet tersebut tidak dapat diturunkan karena dinilai tidak memenuhi ketentuan dalam Technical Handbook (THB).

Eddy menegaskan, keputusan itu merupakan hasil kesepakatan bersama lima kabupaten/kota peserta dan Pengprov FPTI Kepri, bukan keputusan sepihak PB Porprov.

“Setelah kembali mengacu pada aturan Technical Handbook, disepakati empat atlet tersebut tidak diturunkan. Perwakilan Batam menerima keputusan itu, dan pergantian atlet akan diusulkan sesuai kesepakatan,” terangnya.

Sementara itu, kemungkinan penambahan hari pertandingan masih bergantung pada pertimbangan tim pertandingan. Kesiapan peralatan, batas waktu pelaksanaan, serta penyelesaian seluruh nomor menjadi sejumlah hal yang akan diperhitungkan.

Eddy memastikan penyesuaian jadwal tidak boleh mengabaikan ketentuan teknis maupun standar perwasitan. Ia juga mengajak masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya untuk menyaksikan langsung pertandingan panjat tebing di Taman Pamedan.

“Kami mengajak masyarakat untuk hadir dan menyaksikan langsung pertandingan panjat tebing. Mari bersama-sama menyukseskan Porprov Kepri VI Tahun 2026,” pungkasnya.

Porprov Kepri VI berlangsung pada 1–8 November 2026 di Tanjungpinang. Ajang tersebut diikuti atlet dari kabupaten/kota se-Kepri yang bersaing memperebutkan medali untuk daerah masing-masing.

(Kev)