Tanjungpinang – Sebanyak 25 atlet dipercaya membawa api obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 dari Istana Kota Rebah menuju Tugu Sirih, Tanjungpinang, Minggu (1/11/2026). Kirab tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan ajang olahraga yang diikuti tujuh kabupaten dan kota di Kepri.

Sebelum diarak menuju lokasi pembukaan, api obor diserahkan oleh Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang kepada Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, di Istana Kota Rebah.

Dari lokasi tersebut, kirab obor berlanjut melintasi sejumlah kawasan di Tanjungpinang, termasuk empat kantor kecamatan. Rombongan kemudian bergerak menuju kawasan Tugu Sirih, Tepi Laut, yang menjadi lokasi pembukaan Porprov Kepri VI pada Minggu sore.

Kirab ini melibatkan atlet-atlet terbaik Kepri sebagai pembawa obor. Selain menjadi bagian dari seremoni pembukaan, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk mengajak masyarakat ikut menyambut penyelenggaraan Porprov.

Lis berharap kirab obor dan seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung lancar. Ia juga mengajak masyarakat Tanjungpinang memberikan dukungan kepada para atlet yang akan berlaga.

“Semoga pelaksanaan kirab obor api Porprov dan pelaksanaan Porprov berjalan dengan baik,” kata Lis.

Menurut Lis, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan Porprov. Dukungan penonton diharapkan dapat menambah semangat atlet sekaligus memperkuat hubungan antardaerah di Kepulauan Riau.

Diikuti 4.000 Atlet dan Ofisial

Porprov Kepri VI 2026 diikuti sekitar 4.000 atlet dan ofisial dari tujuh kabupaten dan kota. Mereka akan bertanding dalam 30 cabang olahraga dengan membawa target masing-masing untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Tanjungpinang menetapkan tiga sasaran utama dalam penyelenggaraan kali ini, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses UMKM.

Selain memastikan pertandingan berjalan tertib dan lancar, pemerintah kota berharap atlet Tanjungpinang mampu meraih hasil terbaik. Pada saat yang sama, kehadiran ribuan peserta dan pendamping juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang diharapkan ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Lima Kali Runner-up, Tanjungpinang Bidik Juara Umum

Di sisi prestasi, Tanjungpinang memasang target merebut gelar juara umum. Ambisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kontingen tuan rumah setelah dalam lima penyelenggaraan Porprov sebelumnya selalu menempati posisi kedua.

Kesempatan menjadi tuan rumah diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pencapaian atlet di berbagai cabang olahraga. Namun, persaingan dipastikan tidak mudah karena enam kabupaten dan kota lainnya juga membawa target untuk meraih medali.

Porprov menjadi ajang bagi setiap daerah untuk mengukur hasil pembinaan olahraga sekaligus menunjukkan kemampuan atlet di tingkat provinsi.

Bagi Tanjungpinang, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga pencapaian kontingen dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Kirab api obor dari Istana Kota Rebah menuju Tugu Sirih menjadi bagian awal dari rangkaian kompetisi tersebut. Selanjutnya, para atlet akan berjuang membawa nama daerah masing-masing dalam pertandingan Porprov Kepri VI 2026.

(kev)