Oleh : M. Yusuf Basayev
Pariwisata Kabupaten Bintan baru saja melalui ujian yang tidak ringan. Selama kurang lebih tiga minggu, langit Bintan diwarnai oleh jerebu pekat yang tidak hanya membatasi ruang gerak, tetapi juga memperlambat perputaran roda ekonomi daerah.
Bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata—mulai dari penyedia akomodasi, pengelola transportasi, hingga pelaku usaha kuliner—periode satu bulan yang hampir berjalan ini memberikan tekanan yang nyata. Situasi tersebut kian diuji dengan adanya gangguan pasokan listrik (blackout) selama tiga hari yang sempat melanda beberapa waktu lalu.
Dalam situasi seperti ini, kehadiran kepemimpinan yang responsif menjadi kunci utama. Masyarakat di tingkat tapak adalah pihak yang paling awal merasakan kesulitan secara langsung. Oleh karena itu, peran pemangku kebijakan di tingkat kabupaten sangat diharapkan untuk hadir dengan kepekaan, sudut pandang strategis, serta kewenangan yang dimiliki guna menginisiasi langkah-langkah pemulihan yang cepat dan tepat sasaran.
Meskipun para pelaku usaha pariwisata memiliki ketangguhan untuk beradaptasi dan mencari solusi mandiri, intervensi dan dukungan aktif dari pemerintah daerah akan menjadi katalisator penting. Percepatan pemulihan ekonomi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri; ia membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Bintan adalah rumah kita bersama. Dengan semangat berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, kolaborasi yang solid akan menjadi landasan terkuat untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Bintan agar kembali bergairah.
Wallahu a’lam.



















Tinggalkan Balasan