Tanjungpinang – Sebanyak 10 kapal yacht dengan 22 awak dari berbagai negara singgah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dalam rangkaian Sail 2 Indonesia.
Salah seorang peserta asal Madagaskar, Nicole Rasamimanana, mengaku terkesan dengan keramahan warga, keindahan kota, dan suasana yang membuatnya merasa seperti berada di rumah sendiri.
“Ini merupakan pengalaman yang indah bagi kami bisa sampai di Tanjungpinang. Saya merasa Indonesia seperti rumah sendiri,” kata Nicole saat memberikan sambutan dalam acara Farewell Party and Dinner Sail 2 Indonesia Chapter Tanjungpinang di Restoran Hotel Melin, Jalan Pos, Tanjungpinang, Rabu malam, 28 Oktober 2026.
Jamuan makan malam itu menjadi penutup kegiatan persinggahan para pelayar mancanegara di Kota Gurindam. Suasana akrab mewarnai acara tersebut. Para peserta menikmati hidangan sekaligus berbagi cerita dan pengalaman selama berada di Tanjungpinang.
Nicole mengatakan dirinya terkesan dengan energi positif masyarakat, dukungan pemerintah daerah, serta keindahan alam dan kebudayaan setempat. Ia mengaku senang dapat berkunjung dan membawa pulang kenangan bersama masyarakat Indonesia.
“Terima kasih banyak. Saya memiliki kenangan indah bersama orang-orang Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah memilih Tanjungpinang sebagai salah satu tujuan persinggahan. Ia berharap pengalaman selama kunjungan tersebut dapat mendorong promosi pariwisata kota itu ke tingkat internasional.
“Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa lebih baik lagi sehingga Tanjungpinang semakin dikenal di mancanegara. Semoga (peserta) bisa kembali berkunjung ke Tanjungpinang bersama keluarga,” kata dia.
Raja Ariza berharap para pelayar membagikan pengalaman mereka kepada keluarga, sahabat, dan komunitas pelayar di negara masing-masing. Dengan begitu, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi perjalanan wisata, tetapi juga membuka peluang bagi lebih banyak wisatawan mancanegara untuk mengenal Tanjungpinang.
Raja Ariza juga menyoroti potensi kuliner lokal, termasuk kopi dan beragam makanan khas, yang dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata kota tersebut.
Ia turut mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, terutama Raymond selaku penyelenggara, yang dinilai berkontribusi menghadirkan wisatawan mancanegara ke Tanjungpinang.
Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap kegiatan Sail Indonesia dapat dipersiapkan lebih matang dan digelar secara rutin setiap tahun. Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari agenda pariwisata berkelanjutan, khususnya wisata bahari.
Menurut Raja Ariza, Tanjungpinang sejak dahulu menjadi tempat pertemuan berbagai bangsa, termasuk masyarakat Eropa dan Timur Tengah. Sejarah itu, kata dia, merupakan bagian dari identitas kota yang terbuka terhadap perjumpaan budaya dan hubungan antarmasyarakat lintas negara.
Melalui Sail 2 Indonesia, pemerintah kota berharap semakin banyak pelayar mancanegara datang dan kembali berkunjung ke Tanjungpinang. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat pengenalan kota tersebut sebagai destinasi wisata bahari dan budaya di Indonesia.
(isk)



















Tinggalkan Balasan