Tanjungpinang – Setelah sempat vakum sekitar dua hingga tiga tahun, Karang Taruna Kota Tanjungpinang mulai membangun kembali organisasi dengan menyiapkan regenerasi anggota di tingkat kelurahan dan kecamatan.Pengurus Karang Taruna Kota Tanjungpinang masa bakti 2025-2030 resmi dikukuhkan di Aula Dinas Sosial Tanjungpinang, Jalan D.I. Panjaitan Km 10, Komplek Embung Fatimah, Perumahan Taman Seraya, Kelurahan Batu IX, Jumat (25/9/2026).

Ketua Karang Taruna Kota Tanjungpinang, Supardiono, mengatakan kevakuman tersebut terjadi akibat dinamika organisasi yang membuat aktivitas Karang Taruna tidak berjalan maksimal.

“Karang Taruna saat ini mengalami semangat agak menurun karena memang kondisi kira-kira dua sampai tiga tahun lalu mengalami kevakuman. Itulah dinamika keorganisasian sehingga kami tidak bisa melaksanakan karya,” kata Supardiono.

Ia mengatakan organisasi mulai kembali bergerak setelah pemilihan yang digelar pada 17 November 2025 yang menetapkannya sebagai Ketua Karang Taruna Kota Tanjungpinang periode 2025–2030.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah foto bersama Pengurus Karang Taruna Kota Tanjungpinang. | Foto: Kevin/Ulf

Menurut Supardiono, kepengurusan baru kini mendorong keterlibatan lebih banyak generasi muda melalui perekrutan anggota baru di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus menyesuaikan peran Karang Taruna dengan perkembangan era digital.

“Dengan kondisi di era digitalisasi, kami sebagai generasi Karang Taruna ingin ke depan bagaimana kita merekrut anggota baru di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Harapan kami kepada wali kota ke depan agar memberikan semangat bagi kami supaya Karang Taruna bisa tampil lebih baik lagi,” ujarnya.

Supardiono juga mengajak seluruh pengurus dan kader Karang Taruna se-Kota Tanjungpinang memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat.

“Mari kita satukan langkah kebersamaan dan tingkatkan semangat berjiwa sosial, dari pemuda untuk pemuda dan untuk masyarakat Kota Tanjungpinang,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menjelaskan filosofi lambang Karang Taruna yang menggunakan bunga teratai.

Menurut Lis, bunga teratai yang mulai mekar menggambarkan generasi muda yang sedang tumbuh dan berkembang. Lambang tersebut juga mencerminkan kesadaran sosial, semangat, kepedulian serta potensi generasi muda sebagai kekuatan pembangunan nasional.

“Lambangnya ada bunga teratai yang mulai mekar di sini, melambangkan unsur generasi muda yang sedang tumbuh dan berkembang, memiliki kesadaran sosial, semangat, perhatian serta potensi untuk menjadi kekuatan pembangunan nasional,” jelas Lis.

Lis mengatakan Karang Taruna juga memiliki fungsi dalam mendorong generasi muda belajar bertanggung jawab, membangun kegiatan bersama yang bermanfaat, mengembangkan kehidupan bermasyarakat serta memperkuat kesejahteraan sosial.

“Karang Taruna bagi generasi muda untuk mengembangkan diri, tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial, oleh dan milik generasi muda,” ungkapnya.

(Kev)