Tanjungpinang – Kota Tanjungpinang menghadapi dua target dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau VI 2026: menyukseskan penyelenggaraan sebagai tuan rumah dan mengantarkan atlet meraih prestasi terbaik.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan target tersebut saat melepas kontingen kota itu di Lapangan Mako Kogabwilhan I, Dompak, Selasa, 27 Oktober 2026.
Pelepasan ini menandai kesiapan atlet, pelatih, dan ofisial menghadapi persaingan olahraga tingkat provinsi.
Di hadapan para atlet, Lis mengingatkan bahwa kesempatan memperkuat kontingen daerah merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari seleksi hingga latihan dan pembinaan. Karena itu, ia meminta para atlet memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan kemampuan terbaik.
“Seluruh kontingen adalah putra-putri terbaik daerah yang membawa nama baik Kota Tanjungpinang. Tunjukkan kemampuan terbaik dan berjuanglah dengan penuh tanggung jawab,” ujar Lis.
Menurut dia, perjuangan atlet tidak semata-mata mengejar medali. Mereka juga membawa nama daerah dan harapan masyarakat Tanjungpinang.
Koordinasi Jadi Kunci
Lis mengatakan pencapaian atlet tidak terlepas dari kerja bersama antara atlet, pelatih, ofisial, pengurus cabang olahraga, dan pihak terkait lainnya. Persiapan teknis, strategi pelatih, serta koordinasi antarpihak perlu berjalan seiring agar atlet dapat berkonsentrasi menghadapi pertandingan.
“Keberhasilan kontingen merupakan hasil kerja bersama. Koordinasi dan komunikasi antara atlet, pelatih, ofisial, pengurus cabang olahraga, dan seluruh pihak terkait terus ditingkatkan agar setiap kebutuhan kontingen dapat ditangani secara tepat dan optimal,” katanya.
Koordinasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan atlet terpenuhi selama kompetisi. Dengan persiapan yang terencana, kontingen diharapkan dapat menghadapi pertandingan secara optimal.

Tanggung Jawab Sebagai Tuan Rumah
Porprov Kepri VI 2026 memiliki arti tersendiri bagi Tanjungpinang karena kota ini tidak hanya mengirimkan atlet, tetapi juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertandingan di 30 cabang olahraga.
Dua tanggung jawab itu menuntut kesiapan yang berbeda. Sebagai tuan rumah, Tanjungpinang perlu memastikan penyelenggaraan pertandingan berlangsung tertib, didukung kesiapan arena, serta koordinasi panitia yang memadai. Sebagai peserta, kota ini dituntut memaksimalkan hasil pembinaan atlet untuk bersaing memperebutkan medali.
Lis mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Porprov membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), panitia, instansi terkait, dan masyarakat.
“Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kota Tanjungpinang. Kita memiliki dua tanggung jawab penting, yaitu menyukseskan penyelenggaraan seluruh cabang olahraga dan mengantarkan kontingen meraih prestasi terbaik. Keduanya harus dilaksanakan secara seimbang melalui kerja sama, profesionalisme, dan komitmen bersama,” ujarnya.
Dengan demikian, keberhasilan Tanjungpinang tidak hanya ditentukan oleh jumlah medali yang diperoleh atlet. Kualitas penyelenggaraan dan kemampuan seluruh unsur pelaksana menjalankan tugas juga menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai tuan rumah.
Sportivitas tetap diutamakan
Di tengah persaingan meraih prestasi, Lis mengingatkan para atlet agar menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, dan mematuhi aturan pertandingan. Ia juga meminta mereka menghargai dukungan orang tua serta peran pelatih selama proses persiapan.
“Selamat bertanding kepada seluruh atlet kontingen Kota Tanjungpinang. Junjung tinggi sportivitas, hormati setiap lawan, dan raihlah prestasi yang membanggakan. Semoga perjuangan saudara-saudara dapat mengharumkan nama Kota Tanjungpinang,” tuturnya.
Pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh Lis Darmansyah kepada Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang selaku ketua kontingen. Penyerahan itu menjadi simbol kepercayaan kepada para atlet dan seluruh tim yang akan mewakili daerah dalam Porprov Kepri VI 2026.
Menjelang pertandingan, Tanjungpinang menghadapi tantangan untuk memastikan persiapan penyelenggaraan dan kesiapan atlet berjalan beriringan.
Hasil kompetisi akan menunjukkan sejauh mana pembinaan olahraga daerah mampu menghasilkan prestasi, sementara kelancaran penyelenggaraan menjadi ukuran pelaksanaan tanggung jawab sebagai tuan rumah.
(isk)




















Tinggalkan Balasan