Vyona Erlisya, Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), terpilih sebagai perwakilan Provinsi Kepulauan Riau dalam ajang Sekolah Duta Maritim Indonesia 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) dan akan berlangsung pada 10–18 Agustus 2025 di Jakarta, dengan peserta terpilih dari berbagai provinsi di Indonesia.
Partisipasi mahasiswa UMRAH ini menjadi momen penting sebagai representasi daerah dan kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan sektor maritim nasional. Ajang ini menjadi wadah strategis untuk membentuk pemuda yang peduli, sadar, dan berperan aktif dalam mengangkat isu-isu kemaritiman, terutama di wilayah kepulauan.
Selama delapan hari pelaksanaan kegiatan, peserta akan mengikuti serangkaian pelatihan dan workshop yang mencakup materi tentang kepemimpinan, isu-isu maritim, diplomasi, serta komunikasi publik. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan kunjungan ke berbagai institusi strategis seperti lembaga negara dan institusi kemaritiman nasional. Diskusi kebangsaan bersama tokoh-tokoh nasional dan pakar maritim menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan peserta terkait arah kebijakan pembangunan maritim ke depan.
Sebagai bentuk penguatan karakter dan kerja sama tim, kegiatan ini juga mencakup sesi outbound kebangsaan untuk menanamkan nilai-nilai solidaritas, nasionalisme, dan kepemimpinan kolaboratif. Kehadiran peserta dari berbagai daerah membuka ruang kolaborasi antarwilayah dalam memperkuat visi pembangunan maritim yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-8 ASPEKSINDO yang dihadiri oleh para kepala daerah dari wilayah pesisir dan kepulauan. Momentum ini dimanfaatkan untuk menyelaraskan arah pembangunan kemaritiman antar daerah, mendorong kolaborasi lintas wilayah, serta membahas strategi penguatan ekonomi biru dan keberlanjutan wilayah kepulauan.
Sebagai generasi muda yang tumbuh dan besar di daerah kepulauan saya sadar betul bahwa kemaritiman bukan sekadar isu sektor, tetapi masa depan bangsa. Menjadi bagian dari Sekolah Duta Maritim Indonesia 2025 merupakan sebuah kehormatan bagi saya, sekaligus tanggung jawab yang akan saya emban nantinya. Saya siap memberikan kontribusi nyata sebagai generasi muda, untuk peduli terhadap kemaritiman dan dapat memperkenalkan potensi maritim daerah ke kancah nasional. Saya percaya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, dan saya ingin menjadi bagian dari gerakan itu untuk menjadi motor penggerak yang menginspirasi generasi muda lainnya untuk terlibat, bergerak, dan berkontribusi nyata bagi kemaritiman Indonesia yang berkelanjutan




Tinggalkan Balasan