Tanjungpinang – Tewasnya seorang buruh angkut pelabuhan berinisial A (57) yang tiba-tiba tumbang saat duduk dan memesan minuman di sebuah kedai usai pulang bekerja masih dalam penyelidikan kepolisian untuk memastikan penyebab pastinya.

Peristiwa itu terjadi di Jalan RE Martadinata Km 7, Kijang Lama, tepatnya di sebuah kedai (lapo tuak), Kelurahan Melayu Kota Piring, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Korban sempat duduk dan memesan teh obeng sebelum tiba-tiba terjatuh ke arah belakang.

“Itu dia baru balik kerja, sekitar jam tiga sore. Dia duduk, pesan teh obeng. Teh obengnya lagi dibikin, dia sudah jatuh ke belakang, mungkin pitam,” ujar seorang warga.

Korban terjatuh dengan posisi kepala membentur lantai hingga mengalami luka serius.

“Jatuh ke belakang. Kepalanya kena lantai, pecah kepalanya,” katanya.

Warga menyebut korban langsung meninggal dunia di lokasi. Saat kejadian, kondisi di sekitar kedai tidak terlalu ramai.

Seorang buruh angkut pelabuhan tergeletak di lantai kedai usai terjatuh. | Foto: Warga

“Iya meninggal di tempat itu. Sebelumnya tidak terlalu ramai,” ujarnya.

Keramaian baru terjadi setelah aparat kepolisian datang melakukan evakuasi. Proses penanganan berlangsung hingga malam hari.

“Polisi datang mengevakuasi, sampai malam baru selesai, sekitar jam tujuh malam ramai di situ,” kata warga.

Korban diketahui bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Batu 6. Warga juga membantah kabar yang menyebut korban sempat mengonsumsi minuman tuak.

“Taklah, mana minum tuak dia. Dia pesan teh obeng. Teh obengnya belum sampai, dia sudah jatuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Iptu P Manurung, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban memang kerap berada di kedai tersebut.

“Korban selama ini sering duduk di lapo tuak itu. Saat kejadian, korban tiba-tiba terjatuh dari tempat duduk ke lantai,” kata Manurung.

Korban terjatuh ke arah belakang hingga tidak sadarkan diri di teras kedai. Polisi juga memastikan korban belum sempat mengonsumsi minuman yang dipesannya.

“Korban belum sempat minum teh obeng yang dipesannya,” ujarnya.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RS RAT) Tanjungpinang untuk dilakukan visum.

“Kami masih menunggu hasil visum dari RSUD RAT Tanjungpinang. Besok akan kami informasikan kembali,” kata Manurung.

Polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

(Kev)