Tanjungpinang – Potensi asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan perlu diwaspadai masyarakat Tanjungpinang dan Bintan. Dalam prakiraan cuaca periode 26 hingga 29 September 2026, BMKG menyebut tidak ada potensi cuaca ekstrem, sementara gelombang di Perairan Bintan diprakirakan rendah dengan ketinggian 0,5 hingga 1,25 meter.

Kondisi cuaca di Tanjungpinang dan Bintan secara umum didominasi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang secara tidak merata, terutama pada siang dan dini hari.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Miranda Putri Permatasari mengatakan tidak ada potensi cuaca ekstrem dalam prakiraan tiga hari ke depan.

“Untuk prakiraan cuaca 3 hari ke depan tidak potensi cuaca ekstrem di wilayah Tanjungpinang dan Bintan. Secara umum, kondisi cuaca di Tanjungpinang dan Bintan didominasi berawan dan terdapat potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang yang bersifat tidak merata terutama pada siang dan dini hari,” kata Miranda saat diwawancarai Ulasfakta, Sabtu (26/9/2026).

Sementara itu, berdasarkan rangkuman prakiraan cuaca perairan harian Provinsi Kepulauan Riau periode 26 hingga 29 September 2026, gelombang di Perairan Bintan berada dalam kategori rendah dengan ketinggian 0,5 hingga 1,25 meter.

Rangkuman Prakiraan Cuaca Perairan Harian Wilayah Provinsi Kepulauan Riau tersebut berlaku Minggu, 26 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Senin, 27 September 2026 pukul 07.00 WIB.

Prakiraan cuaca perairan Kepri. | Foto: BMKG

Rangkuman Prakiraan Cuaca Perairan Harian Wilayah Provinsi Kepulauan Riau tersebut berlaku Minggu, 27 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Senin, 28 September 2026 pukul 07.00 WIB.

Prakiraan cuaca perairan Kepri. | Foto: BMKG

Rangkuman Prakiraan Cuaca Perairan Harian Wilayah Provinsi Kepulauan Riau tersebut berlaku Minggu, 28 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Senin, 29 September 2026 pukul 07.00 WIB.

Prakiraan cuaca perairan Kepri. | Foto: BMKG

Meski gelombang laut relatif rendah, masyarakat yang menggunakan transportasi laut tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca. Potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang dapat terjadi secara lokal.

Di sisi lain, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi asap akibat karhutla di wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu jarak pandang dan menurunkan kualitas udara.

Masyarakat juga diimbau memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melakukan perjalanan, baik melalui jalur laut maupun udara, serta saat beraktivitas di luar ruangan.

(Kev)