Padang – Semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Perwakilan Padang. Melalui aksi donor darah bertajuk “Saatnya Peduli Saatnya Berbagi, Setetes Darahmu Selamatkan Sejuta Jiwa”, kegiatan yang digelar Minggu (1/11/2026) tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 300 kantong darah.
Capaian itu menjadi bukti tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Bertempat di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Padang, Jalan Hos Cokroaminoto Nomor 98, kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Aksi donor darah tersebut terbuka bagi masyarakat umum tanpa membedakan agama, suku, ras, maupun latar belakang sosial. Semangat berbagi menjadi landasan utama dalam mengajak masyarakat berpartisipasi membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah.
Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Padang, Chaidir, mengatakan kegiatan donor darah merupakan salah satu agenda sosial yang terus dipertahankan yayasan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan darah masyarakat.
“Ini kegiatan rutin setiap tiga bulan. Pesertanya umum, siapa saja boleh ikut berpartisipasi. Kami ingin membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Chaidir.
Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut hingga berhasil mengumpulkan lebih dari 300 kantong darah.
Sebagai bentuk perhatian kepada para pendonor, panitia juga menyediakan paket bantuan berupa telur dan mi instan dari PMI serta beras dari Yayasan Buddha Tzu Chi.
Menurut Chaidir, kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan donor darah. Selama ini, yayasan juga aktif bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.
Sejumlah kontribusi yang telah dilakukan di antaranya pembangunan fasilitas pendidikan, bantuan pembangunan rumah bagi nelayan, serta penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.
Dalam salah satu program kemanusiaan untuk membantu korban bencana, Tzu Chi turut berkontribusi dalam pembangunan sebanyak 500 unit rumah.
Baginya, gerakan sosial tersebut merupakan wujud tanggung jawab kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang penerima bantuan.
Chaidir menjelaskan, Yayasan Buddha Tzu Chi berasal dari Taiwan dan didirikan pada 1966 oleh seorang biksuni. Di Indonesia, yayasan tersebut mulai hadir sejak 1993, sedangkan di Kota Padang telah menjalankan kegiatan sosial sekitar 12 tahun.
Ia menegaskan, nilai utama yang dijalankan Tzu Chi adalah kepedulian terhadap sesama manusia. Karena itu, setiap kegiatan sosial yayasan terbuka bagi seluruh masyarakat.
“Di Tzu Chi tidak ada perbedaan ras, agama, suku, maupun budaya. Kita menghargai perbedaan masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa saling membantu dan memberikan manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Keberhasilan mengumpulkan lebih dari 300 kantong darah menjadi salah satu gambaran bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan secara konsisten, Tzu Chi Padang berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk berbagi. Sebab, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Satu kantong darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang mempertahankan kehidupan. (Amryan)




















Tinggalkan Balasan