Tanjungpinang – Mahasiswa didorong lebih peka terhadap berbagai persoalan sosial dan isu yang berkembang di daerah, tidak hanya kritis terhadap persoalan di lingkungan kampus. Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Dicky Novalino, menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam memahami kondisi masyarakat sekaligus ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Seminar Talk yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (DPM FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Jalan Raya Dompak, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (27/9/2026).
Dicky yang hadir sebagai narasumber mengatakan mahasiswa tidak hanya dituntut kritis di ruang kuliah, tetapi juga harus mampu melihat berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut kritis di ruang kuliah, tetapi juga harus mampu memahami realitas sosial serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Kota Tanjungpinang,” ujar Dicky.
Dalam seminar tersebut, ia juga membahas pentingnya kepemimpinan, peran pemuda dalam pembangunan daerah serta pemahaman terhadap dinamika kebijakan publik.
Menurutnya, ruang diskusi seperti yang digelar DPM FEBM UMRAH penting untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memahami berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Mahasiswa juga harus mampu melihat bagaimana kebijakan publik berdampak langsung terhadap masyarakat. Karena itu, pemahaman terhadap kondisi daerah menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir mahasiswa,” katanya.
Ia mengapresiasi DPM FEBM UMRAH yang menghadirkan ruang diskusi dengan melibatkan mahasiswa dan pemangku kebijakan daerah.
“Forum seperti ini harus terus dibangun karena mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat yang nantinya akan ikut menentukan arah pembangunan daerah,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPM FEBM UMRAH mengatakan kehadiran anggota legislatif daerah dalam kegiatan tersebut memberikan pandangan praktis kepada mahasiswa, khususnya dalam memahami penerapan teori ekonomi dan kebijakan di lapangan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan dari mahasiswa. Pembahasan mencakup peluang ekonomi kreatif daerah, peran pemuda dalam pengawasan publik hingga tantangan dunia kerja bagi lulusan perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan dan foto bersama.
(Kev)




Tinggalkan Balasan