TANJUNGPINANG — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan tidak ingin ada calon mahasiswa berprestasi yang gagal melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya. Hal tersebut disampaikan melalui keterangan Humas Universitas Maritim Raja Ali Haji, Senin (06/07/2026).

Untuk itu, Kemdiktisaintek meminta seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia melakukan penelusuran terhadap calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru, namun belum melakukan registrasi ulang.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui alasan di balik batalnya calon mahasiswa melanjutkan studi. Pemerintah menegaskan tetap menghormati setiap keputusan, baik yang memilih perguruan tinggi lain maupun jalur pendidikan berbeda.

Namun, apabila tidak melakukan registrasi ulang disebabkan faktor ekonomi, pihak kampus diminta segera melakukan komunikasi aktif dan mencarikan solusi terbaik agar calon mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Salah satu langkah yang didorong adalah peninjauan kembali kelompok Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai kondisi ekonomi keluarga mahasiswa. Selain itu, perguruan tinggi juga diminta mengoptimalkan berbagai program bantuan pendidikan dan beasiswa yang tersedia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan sejumlah perguruan tinggi negeri dalam membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat berkuliah.

Berbagai upaya tersebut meliputi penyesuaian kelompok UKT, penyediaan beasiswa dari kampus, dukungan dari alumni dan mitra, hingga program work scholarship yang memungkinkan mahasiswa memperoleh bantuan biaya pendidikan sekaligus pengalaman kerja.

Salah satu contoh diterapkan Universitas Mataram (Unram). Kampus tersebut menetapkan UKT berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa. Data Unram mencatat sekitar 42 persen mahasiswa berada pada kelompok UKT terendah, yakni Rp500 ribu hingga Rp1 juta per semester, sementara sekitar 30 persen lainnya berada pada Kelompok UKT III.

Selain itu, sebanyak 690 mahasiswa memperoleh pembebasan UKT penuh, termasuk 13 mahasiswa Program Studi Kedokteran. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi, termasuk pada program studi favorit, tetap dapat diakses oleh mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Kemdiktisaintek juga memberikan apresiasi kepada sejumlah pemerintah daerah yang aktif memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa bagi putra-putri daerah. Program dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan sejumlah daerah lainnya disebut menjadi contoh sinergi dalam memperluas kesempatan pendidikan.

Menurut Kemdiktisaintek, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, alumni, dunia usaha, dan pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mengurangi hambatan ekonomi yang masih dihadapi sebagian calon mahasiswa.

Brian menegaskan bahwa negara harus hadir memastikan tidak ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena persoalan biaya.

“Kami menghormati setiap pilihan calon mahasiswa. Apabila mereka memilih perguruan tinggi lain atau jalur pendidikan lain, itu adalah hak masing-masing. Namun apabila ada yang tidak melanjutkan studi karena kendala ekonomi, negara harus hadir memberikan solusi. Jangan sampai anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan akademik dan semangat belajar kehilangan kesempatan hanya karena biaya,” tegas Brian.

Ia menambahkan, pendidikan tinggi merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa sehingga setiap talenta terbaik harus mendapatkan kesempatan yang sama tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.

Penelusuran terhadap calon mahasiswa yang belum melakukan registrasi ulang juga akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam penyempurnaan sistem penerimaan mahasiswa baru. Data tersebut akan digunakan untuk memperbaiki mekanisme penerimaan, layanan informasi kepada calon mahasiswa, serta memperkuat skema afirmasi dan bantuan pendidikan agar semakin tepat sasaran.

Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh talenta terbaik Indonesia.

(Kev)