Tanjungpinang – Ketersediaan lahan yang dinilai menjadi salah satu hambatan investasi di Tanjungpinang mendorong pemerintah kota mencari kepastian hukum atas sejumlah aset tanah, termasuk yang berstatus HGB dan HGU.
Upaya itu dilakukan melalui pertemuan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemko Tanjungpinang mengonsultasikan sejumlah lahan yang masih dikuasai pihak ketiga, telah berakhir masa haknya, hingga yang terindikasi sebagai lahan terlantar.
“Tujuannya untuk memberikan kepastian hukum terhadap lahan yang selama ini menghambat pengembangan dan investasi di Tanjungpinang,” ujar Lis.
Ia mengungkapkan hasil inventarisasi menunjukkan adanya lahan berstatus Hak Guna Bangunan yang tidak dimanfaatkan hingga puluhan tahun.
Kondisi itu dinilai berpotensi menghambat pemanfaatan lahan untuk kepentingan publik.
“Ada HGB yang tidak dimanfaatkan dalam waktu lama. Ini tentu menjadi persoalan yang harus diselesaikan,” katanya.
Pemko Tanjungpinang, lanjut Lis, telah menyelesaikan proses inventarisasi dan kini mengajukan pemanfaatan lahan yang berpotensi menjadi Tanah Cadangan Umum Negara (TCUN) ke Kementerian ATR/BPN.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penyediaan lahan yang dapat digunakan bagi pembangunan.
“Proses inventarisasi sudah selesai, sekarang kita dorong percepatan pemanfaatannya melalui konsultasi ke kementerian,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 1.600 hektare lahan di Tanjungpinang yang berpotensi masuk dalam kategori TCUN.
Lahan tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan fasilitas publik, seperti pendidikan, kesehatan, ruang terbuka, dan sarana sosial lainnya.
Lis menegaskan penataan lahan menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih terarah dan terbuka.
“Jangan sampai lahan milik negara justru dimanfaatkan untuk kepentingan di luar kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mencari solusi atas persoalan keterbatasan lahan agar peluang investasi dapat terbuka lebih luas.
“Kita tidak diam. Kita terus mencari peluang agar investasi bisa masuk ke Tanjungpinang, dan salah satu kuncinya adalah ketersediaan lahan,” tutupnya.




Tinggalkan Balasan