Batam – Dominasi Batam di cabang olahraga karate Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 bakal mendapat tantangan dari Tanjungpinang dan Karimun.
Persaingan perebutan medali diperkirakan lebih terbuka seiring meratanya prestasi atlet karate di sejumlah daerah.
Sekretaris Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kepri, A. Jimmy Ampang, menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan karate di Kepri.
“Ini seru. Prestasi atlet karate di Kepri mulai merata. Tanjungpinang dan Karimun memiliki atlet cukup baik untuk bersaing dengan juara umum Batam,” ujar Jimmy, Senin (26/10/2026).
Pertandingan karate dijadwalkan berlangsung pada 4–6 November 2026 di Aula Vihara Batu 14. Atlet dari tujuh kabupaten/kota di Kepri akan bersaing memperebutkan medali dalam ajang tersebut.
Batam memiliki modal sebagai juara umum karate pada Porprov 2022 di Kabupaten Bintan. Sejumlah atletnya juga berpengalaman bertanding di tingkat nasional, termasuk pada PON Aceh-Sumut dan babak kualifikasi PON.
Selain itu, salah satu atlet Batam meraih medali perak pada kejuaraan nasional di Bandung pada April 2026 di kelas kumite di bawah 52 kilogram.
Meski demikian, capaian tersebut belum menjamin Batam kembali mendominasi. Tanjungpinang sebagai tuan rumah dan Karimun dinilai memiliki atlet yang mampu bersaing dalam perebutan medali.
Di tengah persaingan itu, Jimmy mengingatkan para atlet agar menjunjung sportivitas dan siap menerima hasil pertandingan, baik kemenangan maupun kekalahan.
“Kalau sudah naik ke arena, harus siap menang dan siap kalah,” tegasnya.
Ia juga meminta atlet tidak menyalahkan wasit ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Menurutnya, atlet harus memiliki karakter dan menghormati perangkat pertandingan.
“Jangan karena kalah menyalahkan wasit. Atlet harus berkarakter. Wasit itu sekolah dan mengikuti banyak pelatihan. Jadi, jangan karena kalah justru menyalahkan wasit,” paparnya.
Persaingan di Porprov VI Kepri 2026 pun menjadi kesempatan bagi daerah peserta untuk menunjukkan hasil pembinaan atlet masing-masing, sekaligus menguji kemampuan mereka menghadapi lawan dari kabupaten/kota lain.
(kev)




















Tinggalkan Balasan