Batam – Dalam dialog hangat di Studio Pro1 Radio Republik Indonesia (RRI) Batam, Bripka Zulhamsyah Putra kembali menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas.

Untuk kedua kalinya, polisi yang dikenal lewat program “Razia Perut Lapar” itu diundang berbagi kisah dan pengalaman di balik gerakan kemanusiaannya.

“Razia Perut Lapar”, salah satu program sosial yang cukup dicintai masyarakat Kepulauan Riau (Kepri), bertujuan membantu warga kurang mampu lewat pembagian makanan gratis, sembako, hingga aksi sosial lainnya.

“Program ini bukan sekadar memberi makanan, tapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Zulhamsyah, Rabu, 10 Desember 2025.

Kehadirannya di Studio Pro1 RRI Batam disambut antusias pendengar dan tim redaksi. Perbincangan tak hanya soal kegiatan Razia Perut Lapar di Kepulauan Riau, tetapi juga pengalamannya membawa program tersebut hingga ke Kota Makkah.

“Alhamdulillah, saya bisa sampai ke Makkah berkat kebaikan Bapak Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin yang memberangkatkan saya untuk melaksanakan ibadah umrah,” kata Zulhamsyah dengan suara bergetar.

Di Tanah Suci, Zulhamsyah mengenakan rompi berlogo Polda Kepri dan RPL sembari membagikan makanan, kurma, Al-Qur’an, dan sajadah kepada jemaah dari berbagai negara. Aksi itu viral di media sosial, menuai pujian dan doa bagi polisi berhati mulia dari Polresta Tanjungpinang ini.

Popularitas Zulhamsyah membuatnya kerap diundang sebagai narasumber di RRI Batam, RRI Tanjungpinang, hingga sejumlah stasiun televisi lokal dan nasional. Ia juga pernah hadir di program Polri TV Mabes Polri dan menerima penghargaan sebagai “Polisi Inspiratif Penggagas Program Razia Perut Lapar”.

Bripka Zulhamsyah menjadi contoh polisi yang tak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga memberi inspirasi lewat aksi sosial yang humanis.

Kehadirannya di RRI Batam diharapkan memantik lebih banyak orang untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan memperluas kepedulian antarwarga.

“Semoga semakin banyak polisi inspiratif seperti Bripka Zulhamsyah,” tutup penyiar.