Bintan – Demokrasi, investasi dan peluang kerja pemuda menjadi pembahasan dalam Seminar Ruang Nalar Part II yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tanjungpinang-Bintan.
Seminar bertema “Merawat Demokrasi Memperkuat Investasi: Membangun Nalar Pemuda untuk Kemajuan Tanjungpinang-Bintan” tersebut berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Bintan, Rabu (30/9/2026).
Anggota KPU Kabupaten Bintan Helianto dalam pemaparannya membahas pentingnya demokrasi yang berkualitas sebagai salah satu fondasi dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan di daerah.
“Demokrasi yang berkualitas bukan hanya mengenai pelaksanaan pemilu, tetapi juga bagaimana membangun stabilitas politik dan kebijakan yang memberikan kepastian bagi masyarakat maupun investor,” ujar Helianto.
Ia mengatakan terdapat keterkaitan antara stabilitas politik lokal, kepercayaan investor dan kemajuan daerah. Menurutnya, demokrasi yang sehat dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung terciptanya investasi serta perkembangan ekonomi daerah.
“Ketika stabilitas dan kepercayaan dapat terjaga, daerah memiliki ruang yang lebih besar untuk menarik investasi dan mendorong ekspansi kegiatan ekonomi. Karena itu, pemuda perlu memiliki suara yang kritis dan ikut menjaga kualitas demokrasi,” lanjutnya.
Pembahasan kemudian berlanjut pada perkembangan industri dan peluang kerja bagi generasi muda.
Kepala Administrator KEK Galang Batang Vita Budhi Sulistyo memaparkan sejumlah program yang dijalankan di kawasan tersebut, terutama dalam pengembangan kompetensi dan pengalaman generasi muda.
Vita menjelaskan program pemagangan menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan dunia industri kepada mahasiswa maupun calon tenaga kerja. Program tersebut mencakup Pra-Magang, MagangHub, Magang Kampus hingga program MBKM dengan durasi dan jumlah peserta yang berbeda.
“Program pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman bekerja, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, serta mengenalkan budaya industri kepada generasi muda,” ujar Vita.
Menurutnya, kesiapan memasuki dunia kerja perlu dibangun sejak masa pendidikan. Pengenalan industri kepada pelajar dan mahasiswa menjadi penting agar mereka memahami kebutuhan tenaga kerja sekaligus melihat peluang yang tersedia.
“Industri membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kesiapan kerja. Karena itu, perlu dibangun hubungan antara dunia pendidikan dengan dunia industri melalui pemagangan, penelitian, pengenalan industri, maupun kesempatan kerja,” tuturnya.
Vita juga menyampaikan sejumlah program yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, termasuk Job Fair Bintan 2026 yang menyediakan 1.309 lowongan pekerjaan.
Selain lowongan kerja, terdapat layanan bagi pencari kerja seperti konsultasi karier, wawancara, bimbingan jabatan serta layanan terkait BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Pengenalan dunia industri juga dilakukan melalui kegiatan di sejumlah institusi pendidikan, di antaranya SMA Negeri 1 Toapaya, UMRAH-FISIP dan STISIPOL Raja Haji.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan kebutuhan tenaga kerja industri sekaligus membuka peluang keterlibatan institusi pendidikan dalam program magang dan penelitian.
Melalui Ruang Nalar Part II, PMII Tanjungpinang-Bintan mendorong mahasiswa dan pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi turut membaca persoalan, merawat gagasan dan mengawal perubahan di daerah.
(Kev)




Tinggalkan Balasan