Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang menyalurkan seragam dan perlengkapan sekolah gratis kepada ribuan murid SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Program itu dibarengi dengan revitalisasi satuan pendidikan pada 2025. Penyaluran bantuan dilaksanakan di SMP Negeri 8 Tanjungpinang, Senin (15/12/2025), dipimpin langsung Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah.
Lis menyebut bantuan itu ditujukan untuk meringankan beban orang tua sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan.
Setiap murid menerima empat jenis seragam sekolah, yakni seragam OSIS, batik, olahraga, dan baju kurung. Pemerintah juga melengkapi bantuan dengan tas serta sepatu sekolah.
Lis mengakui, distribusi seragam kepada ribuan siswa menghadapi tantangan, terutama dalam penyesuaian ukuran. Meski begitu, ia menilai pembagian berjalan relatif lancar dan hanya sebagian kecil perlengkapan yang perlu diperbaiki.
Ke depan, sambung dia, proses distribusi akan dilakukan langsung oleh sekolah dengan sistem pengukuran dan pencobaan di tempat. Selain pembagian seragam, Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai menjalankan revitalisasi satuan pendidikan pada 2025.
Revitalisasi difokuskan pada sekolah-sekolah yang telah memiliki fasilitas dasar, dengan tujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana secara bertahap.

Menurut Lis, kebijakan tersebut mempertimbangkan sebaran penduduk yang tidak merata. Wilayah Tanjungpinang Timur tercatat memiliki kepadatan penduduk lebih tinggi dibanding wilayah lain sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam penyediaan layanan pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Lis menanggapi kelangkaan ayam potong yang terjadi dalam sepekan terakhir. Ia menyebut pasokan ayam di Tanjungpinang sempat menipis akibat distribusi ke Batam.
“Pemerintah daerah telah berkoordinasi lintas instansi dan memperkirakan pasokan kembali stabil menjelang akhir Desember, seiring masuknya masa panen,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga memantau ketersediaan daging beku untuk memastikan kelangkaan tidak disebabkan oleh hambatan distribusi di tingkat distributor.
Lis turut menyinggung berkurangnya jumlah murid di Sekolah Rakyat. Ia menegaskan, penurunan tersebut bukan karena ketidaknyamanan anak, melainkan faktor orang tua yang belum siap berpisah dengan anaknya. Pemerintah daerah telah menyiapkan calon peserta pengganti dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial.
“Melalui program bantuan perlengkapan sekolah dan revitalisasi satuan pendidikan, Pemkot Tanjungpinang menargetkan peningkatan mutu pendidikan serta terciptanya lingkungan belajar yang layak dan nyaman bagi seluruh siswa,” jelasnya.
(kev)





Tinggalkan Balasan