Dabo Dugaan praktik pemasangan kabel internet milik Indihome di wilayah Dabo kembali menuai sorotan publik. Sejumlah warga menilai kabel jaringan Indihome terlihat bergantungan asal-asalan di tiang listrik PLN, tanpa pengaturan yang rapi dan aman.

Kondisi ini memicu pertanyaan serius mengenai keselamatan publik, kepatuhan terhadap aturan, serta dugaan praktik pemasangan yang bertujuan mengejar keuntungan perusahaan semata.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa titik jaringan Indihome terpasang tidak sesuai standar konstruksi jaringan udara, bahkan sebagian kabel terlihat menggantung rendah, melilit tiang, dan berdekatan dengan jaringan listrik tegangan menengah.

Warga khawatir pemasangan seperti ini bukan hanya mengurangi estetika kota, tetapi juga mengancam keselamatan, terutama saat terjadi cuaca buruk atau gangguan teknis.

Salah seorang warga Dabo yang enggan disebut namanya menyebut bahwa teknisi kerap memasang kabel baru tanpa memperhatikan kerapihan dan standar.

“Yang penting hidup internetnya, selesai. Kabel dibiarkan semrawut begitu saja,” ujarnya.

Salah satu penampakan Kabel Semrawut di Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep | f. Gafar

Dugaan lain yang mengemuka adalah bahwa pemasangan kabel secara cepat dan massal dilakukan demi mengejar target pelanggan dan profit perusahaan, tanpa memprioritaskan keselamatan dan izin pemanfaatan tiang.

Padahal, berdasarkan aturan, setiap penggunaan tiang listrik PLN wajib melalui izin resmi dan pengawasan teknis, bukan pemasangan seenaknya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berusaha konfirmasi kepemilikan kabel wifi serta keterangan resmi dari pihak Indihome ataupun PLN terkait temuan ini. Publik mempertanyakan apakah pemasangan tersebut telah melalui prosedur legal atau hanya sekadar praktik “tempel kabel” untuk mempercepat perluasan jaringan.

Warga berharap pemerintah daerah, PLN, dan pihak Indihome segera melakukan peninjauan dan penertiban guna memastikan keselamatan masyarakat serta menghindari potensi bahaya listrik akibat pemasangan kabel yang tidak standar.