Padang – Aula SMA Negeri 1 Padang dipenuhi antusiasme ratusan pelajar ketika salah seorang alumninya yang kini berkiprah di tingkat nasional, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., kembali ke almamaternya, Kamis (28/8/2026).
Kedatangan senator muda tersebut bukan sekadar kunjungan nostalgia. Cerint hadir membawa pesan penting bagi generasi penerus: bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk sejak bangku sekolah melalui karakter, kedisiplinan, integritas, dan keberanian untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Di hadapan para siswa, Cerint membagikan perjalanan hidup dan pengalamannya hingga dapat mengemban amanah sebagai wakil daerah di tingkat nasional. Ia mengajak para pelajar untuk mulai mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan sejak sekarang.
“Saya berpesan kepada adik-adik agar mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berdampak nyata bagi sekitar. Jangan menunggu momen besar untuk memulai, tapi mulailah dari diri sendiri,” ujar Cerint.
Menurutnya, menjadi pemimpin bukan hanya persoalan memiliki jabatan atau posisi tertentu. Lebih dari itu, kepemimpinan berkaitan erat dengan kemampuan seseorang memberikan pengaruh positif dan mengambil tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, ia mendorong para siswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan kemampuan kepemimpinan.
Cerint menilai kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak usia sekolah dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi yang disiplin dan berintegritas.
Sikap bertanggung jawab, menghargai orang lain, berani menyampaikan pendapat, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menurutnya merupakan bagian dari proses panjang menjadi seorang pemimpin.
“Pemimpin itu tidak selalu harus berada di depan. Terkadang, menjadi pemimpin adalah ketika kita mampu memberikan pengaruh baik kepada orang-orang di sekitar kita,” pesan Cerint kepada para pelajar.
Suasana pertemuan pun berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari pengalaman pendidikan, perjalanan karier, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas sebagai wakil daerah.
Dialog tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik dalam kegiatan tersebut. Para pelajar tidak hanya mendengarkan pengalaman sang alumni, tetapi juga mendapatkan gambaran bahwa perjalanan menuju keberhasilan membutuhkan proses, keberanian, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.
Bagi Cerint, kembali ke SMA Negeri 1 Padang juga memiliki makna tersendiri. Sekolah tersebut menjadi salah satu ruang penting yang turut membentuk perjalanan dirinya sebelum melangkah ke jenjang pendidikan dan pengabdian yang lebih luas.
Kehadirannya disambut hangat oleh pihak sekolah, para guru, dan siswa. Pihak sekolah mengapresiasi kesediaan Cerint meluangkan waktu untuk kembali ke almamater dan berbagi pengalaman dengan generasi yang saat ini tengah menyiapkan masa depannya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang alumni dapat menjadi sumber inspirasi bagi adik-adik kelasnya.
Dari ruang kelas dan lingkungan sekolah, mimpi-mimpi besar mulai dibangun. Sebagian mungkin kelak menjadi dokter, akademisi, pengusaha, birokrat, profesional, bahkan pemimpin di tingkat daerah maupun nasional.
Pesan Cerint kepada para siswa pun menjadi relevan: tidak perlu menunggu memiliki jabatan untuk mulai menjadi pemimpin. Kepemimpinan dapat dimulai dari hal sederhana—dari diri sendiri, dari sekolah, dan dari lingkungan terdekat.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa SMAN 1 Padang diharapkan tidak hanya semakin termotivasi untuk mengejar prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, menjaga integritas, serta berani mengambil peran dalam memberikan perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. (*)




Tinggalkan Balasan