Tanjungpinang – Hari pertama masuk sekolah diharapkan tidak hanya menjadi awal dimulainya proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui keterlibatan keluarga. Beriringan dengan pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah didorong memanfaatkan momen tersebut untuk mengenali sekaligus mengembangkan potensi setiap siswa sejak dini.

Hal itu mengemuka saat peninjauan pelaksanaan MPLS di SMAN 4 Tanjungpinang, Jalan Pemuda, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Senin (20/7/2026).

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan MPLS tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membangun karakter sekaligus mengidentifikasi kemampuan setiap siswa agar bakat dan minat yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.

“Sekolah juga harus mengidentifikasi kemampuan anak, baik di bidang olahraga, seni, maupun bidang lainnya,” ujar Lis.

Ia menilai pelaksanaan MPLS di SMAN 4 Tanjungpinang telah berjalan sesuai harapan. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun karakter serta memetakan potensi peserta didik baru sebagai bekal dalam proses pembelajaran.

Pada kesempatan itu, Lis juga mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak pada hari pertama sekolah. Menurutnya, kehadiran ayah dalam mengantar anak bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bentuk dukungan nyata yang mampu memberikan dampak psikologis positif sekaligus memperkuat perhatian keluarga terhadap pendidikan.

“Terlihat sederhana, tetapi secara psikologis memberikan kesan yang berbeda bagi anak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 4 Tanjungpinang, Nursanti, mengatakan sekolah menerima 360 peserta didik baru yang terbagi ke dalam 10 rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel berisi 36 siswa.

Ia menjelaskan pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, setelah sebelumnya diawali dengan pra-MPLS pada Sabtu. Selama kegiatan, peserta didik dibekali berbagai materi, mulai dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya senyum, sapa, salam, etika bermedia sosial, hingga penguatan karakter.

“MPLS kami isi dengan materi dasar seperti tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya senyum, sapa, salam, etika bermedia sosial, serta penguatan karakter,” ujar Nursanti.

Usai seluruh rangkaian MPLS selesai, peserta didik akan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal. Jumlah peserta didik baru tahun ini disesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang tersedia, yakni 10 rombongan belajar, sama dengan jumlah siswa yang lulus pada tahun ajaran sebelumnya.

“Yang tamat itu 10 kelas, maka tahun ini kita terima 10 kelas juga karena ketersediaan ruang kelas. Tahun sebelumnya kita 12 kelas,” sebutnya.

Usai meninjau pelaksanaan MPLS di SMAN 4, Lis melanjutkan kunjungan ke SMPN 1 Tanjungpinang untuk melihat pelaksanaan kegiatan serupa. Di sekolah tersebut, sebanyak 360 peserta didik baruyang terbagi dalam 10 rombongan belajar mengikuti MPLS sesuai dengan daya tampung sekolah.

(Kev)