Tanjungpinang – Aktivitas truk pengangkut tanah yang keluar masuk kawasan permukiman diduga membuat material tanah merah berserakan di badan jalan.Kondisi tersebut membuat akses warga terganggu, mulai dari jalan yang kotor, debu beterbangan saat cuaca panas, hingga permukaan jalan licin ketika hujan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Aktivitas tersebut terjadi di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Kilometer 8 Atas, Gang Garuda II, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Sabtu (25/7/2026).
Salah seorang warga, Budi, mengatakan aktivitas lori pengangkut tanah yang berlangsung setiap hari telah membuat masyarakat sekitar resah.

Menurutnya, kendaraan yang keluar masuk membawa tanah merah kerap meninggalkan material di sepanjang jalan.
“Setiap hari lori itu keluar masuk membawa tanah. Tanah merahnya berjatuhan di jalan, bukan cuma di dalam gang rumah saya, tapi sampai berserakan ke jalan raya,” tegas Budi.
Ia mengatakan, tanah yang tercecer tersebut membuat kondisi jalan semakin sulit dilalui. Saat cuaca panas, debu dari tanah merah beterbangan dan mengganggu warga.
Sementara, ketika hujan turun, permukaan jalan menjadi licin akibat material tanah yang bercampur dengan air.
“Saya sendiri pernah terpeleset sampai jatuh gara-gara jalan licin itu. Baju saya sampai penuh tanah merah,” ujarnya.
Menurut Budi, dampak dari aktivitas tersebut bukan hanya membuat jalan terlihat kotor, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk beraktivitas.
“Kami yang setiap hari lewat di sini jadi waswas kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan. Yang kami rasakan bukan cuma jalan jadi kotor, tapi juga membahayakan,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut tidak seharusnya dibiarkan berlangsung tanpa ada perhatian terhadap dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat sekitar.
“Jangan sampai masyarakat terus yang menanggung dampaknya, sementara lori tetap bebas keluar masuk tanpa ada perhatian terhadap kondisi jalan. Harus ada tanggung jawab,” ucapnya.
Budi meminta dinas-dinas dan instansi terkait turun langsung melihat kondisi di lapangan serta mengambil tindakan agar aktivitas tersebut tidak terus merugikan pengguna jalan.
“Saya minta dinas-dinas dan instansi terkait jangan tutup mata. Tolong turun langsung ke lapangan, lihat sendiri kondisi jalan yang setiap hari kami lewati,” katanya.
Ia berharap ada tindakan nyata agar jalan tersebut kembali bersih, aman, dan tidak membahayakan masyarakat yang melintas.
“Kami hanya ingin ada tindakan nyata agar jalan kembali bersih, aman, dan tidak membahayakan pengguna jalan,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak terkait mengenai aktivitas lori pengangkut tanah tersebut maupun langkah penanganan terhadap material tanah yang berserakan di badan jalan.
(kev)



Tinggalkan Balasan