TANJUNGPINANG – Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Windrasto Dwi Guntoro, belum memberikan penjelasan kepada publik setelah video yang memperlihatkan dirinya terlibat cekcok hingga kontak fisik dengan seorang pedagang di kawasan Taman Gurindam 12 viral di media sosial.

Keberadaan Guntoro belum diketahui saat Ulasfakta.co mendatangi kantor PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) di Jalan Lorong Gambir, Pasar Encik Puan Perak, Gedung A, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, pada Jumat (26/6/2026) hingga sore hari.

Kantor PT Tanjungpinang Makmur Bersama TMB tampak lengang saat didatangi wartawan | Foto KevinUlf

Yang bersangkutan tidak berada di kantor, sementara nomor telepon selulernya diketahui sudah tidak dapat dihubungi sejak Kamis (25/6/2026).

Suasana kantor tampak lengang. Hanya beberapa pegawai terlihat masih beraktivitas, baik di dalam maupun di luar kantor.

Salah seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengatakan Guntoro diduga sedang berada di lokasi relokasi pedagang di kawasan tepi laut.

“Bapak sedang di lapangan, di tempat relokasi pedagang di tepi laut,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah pedagang mengaku turut mencari keberadaan Direktur BUMD tersebut.

Pengurus UMKM Gurindam 12, Yuny Purwany, mengatakan hingga kini dirinya juga belum berhasil menghubungi Guntoro.

“Saya juga sedang cari dia. Saya telepon, dia tidak angkat,” kata Yuny.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan Windrasto Dwi Guntoro terlibat cekcok hingga aksi saling kejar dengan seorang pedagang di kawasan Taman Gurindam 12 beredar luas di media sosial dan memantik perhatian publik.

Dalam rekaman tersebut, Windrasto yang mengenakan kemeja hitam tampak terlibat adu argumen dengan seorang pedagang yang dikenal dengan sapaan Koboy. Situasi yang semula hanya berupa adu mulut kemudian memanas hingga keduanya terlihat saling mengejar di hadapan warga yang berada di lokasi.

Peristiwa itu diduga terjadi di tengah proses relokasi pedagang Taman Gurindam 12 menuju kawasan Melayu Square dan Anjung Cahaya yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pedagang yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui memiliki dua lapak usaha di kawasan Taman Gurindam 12 yang terdampak penataan kawasan.

Sejumlah warga sempat berupaya melerai agar keributan tidak meluas. Peristiwa tersebut juga terjadi di hadapan keluarga pedagang. Anak pedagang dikabarkan menangis menyaksikan insiden itu, sementara istri pedagang turut berada di lokasi.

Hingga kini belum diketahui secara pasti pemicu utama perselisihan yang berujung kontak fisik tersebut. Namun, beredarnya video itu memunculkan sorotan publik yang menilai pejabat publik semestinya mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif dalam penanganan pedagang UMKM.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya menghubungi Direktur Utama PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Windrasto Dwi Guntoro, guna memperoleh tanggapan terkait video yang viral tersebut.

(Kev)