Tanjungpinang – Sebuah video yang memperlihatkan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang terlibat cekcok hingga aksi kejar-kejaran dengan seorang pelaku UMKM di kawasan Taman Gurindam 12 mendadak viral di media sosial dan memantik sorotan.
Dalam rekaman yang beredar luas, Direktur BUMD yang mengenakan kemeja hitam tampak terlibat adu argumen dengan seorang pedagang yang dikenal dengan panggilan Koboy.
Suasana yang semula hanya diwarnai adu mulut berubah memanas hingga keduanya terlihat saling mengejar di hadapan warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Keributan itu diduga terjadi di tengah proses relokasi pedagang Taman Gurindam 12 menuju kawasan Melayu Square dan Anjung Cahaya yang tengah dilaksanakan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Dari informasi yang dihimpun, Koboy diketahui memiliki dua lapak usaha di kawasan Taman Gurindam 12 yang ikut terdampak dalam proses penataan tersebut.
Sejumlah warga yang berada di lokasi berusaha melerai agar situasi tidak semakin ricuh. Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian karena berlangsung di hadapan keluarga pedagang. Anak Koboy dikabarkan menangis menyaksikan keributan itu, sementara sang istri turut berada di lokasi saat insiden terjadi.
Hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu perselisihan antara Direktur BUMD dan pedagang tersebut.
Namun, beredarnya video itu memunculkan kritik dari masyarakat yang menilai pejabat publik semestinya mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif, terutama ketika berhadapan dengan pelaku UMKM yang sedang menghadapi kebijakan relokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur BUMD Kota Tanjungpinang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab maupun kronologi keributan tersebut. Pemerintah Kota Tanjungpinang juga belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai insiden yang kini menjadi perhatian.




Tinggalkan Balasan