TANJUNGPINANG – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya diwujudkan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dengan memberikan edukasi strategi pemasaran digital kepada pelaku UMKM, menyalurkan bantuan sosial bagi lansia, serta menghadirkan kegiatan edukatif untuk anak-anak di Desa Madong, Kabupaten Bintan.

Program pengabdian kepada masyarakat bertajuk SANDESA Vol.2 (Sinergi dan Aksi Nyata untuk Desa) yang digagas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Research and Dedication (Reaction) FISIP UMRAH itu digelar di Balai Pertemuan Desa Madong, Kampung Sigi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (13/6/2026).

Ketua Umum UKM Reaction FISIP UMRAH, Shofa Shofwatunnisa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk hadir memberikan manfaat secara langsung kepada warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Madong yang telah memberikan izin dan mendukung kegiatan ini. Meskipun hanya berlangsung satu hari, kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan anak-anak setempat, sekaligus menjadi awal terjalinnya silaturahmi yang baik antara Desa Madong dan UKM Reaction,” ujarnya.

Desa Madong dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi ekonomi yang cukup besar di sektor perikanan dan hasil laut. Selain menjual ikan segar, masyarakat setempat juga mengolah hasil tangkapan menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti kerupuk ikan, pempek, bakso ikan, abon, ikan asin, hingga olahan gonggong. Produk-produk tersebut bahkan telah dipasarkan ke sejumlah rumah makan dan restoran di sekitar desa.

Meski demikian, potensi tersebut dinilai belum berkembang secara optimal. Pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari belum maksimalnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, keterbatasan distribusi produk ke luar desa akibat minimnya transportasi, hingga kurangnya penerangan jalan menuju kawasan Desa Madong yang memengaruhi aktivitas masyarakat pada malam hari.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa UKM Reaction menghadirkan edukasi bertajuk Optimalisasi Strategi Pemasaran untuk Pengembangan Usaha Masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan media sosial, khususnya Facebook sebagai media promosi, strategi pengemasan produk, hingga perluasan jangkauan pemasaran agar produk UMKM Desa Madong mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua Pelaksana SANDESA Vol.2, Siti Nur Aisyah, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kreativitas masyarakat sekaligus mendorong semangat warga untuk terus mengembangkan potensi usaha yang dimiliki.

Selain edukasi bagi pelaku UMKM, mahasiswa juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada 10 warga lanjut usia sebagai bentuk kepedulian sosial. Di waktu yang sama, tim lainnya menggelar berbagai kegiatan pembelajaran interaktif bagi anak-anak di halaman SD Negeri 006 Desa Madong untuk menumbuhkan kreativitas, semangat belajar, dan rasa percaya diri sejak usia dini.

Perwakilan perangkat Desa Madong, Mustafa, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi mahasiswa UMRAH tersebut. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui bantuan sosial maupun edukasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha warga.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya memberikan bantuan kepada warga, tetapi juga membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usahanya,” katanya.

Melalui SANDESA Vol.2, mahasiswa berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mendorong pembangunan desa yang lebih kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pengembangan UMKM berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

(Kev/Siti)