Tanjungpinang – Pemanfaatan lahan pekarangan lewat budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kini dibidik menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Tanjungpinang. Selain untuk menjaga kesehatan mandiri, tanaman herbal lokal ini didorong agar mampu menembus nilai pasar komersial.
Langkah taktis tersebut diwujudkan lewat pelatihan intensif yang diinisiasi Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang di Hotel Bintan Plaza, Jl. Mt. Haryono Km 3,5, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (1/7/2026).
Program ini dirancang untuk mengubah pola pikir warga agar tidak lagi melihat tanaman herbal sebatas konsumsi pribadi, melainkan sebagai komoditas yang bernilai jual.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan gagasan ini tidak boleh mandek sebagai agenda seremonial di atas kertas. Ia menuntut adanya output konkret di lapangan pascapelatihan selesai digelar.
“Harapan kita kegiatan ini benar-benar berkesinambungan sampai pada implementasinya. Peserta bukan hanya hadir mengikuti pelatihan, tetapi harus benar-benar memahami tanaman obat ini sebagai bentuk akses kesehatan keluarga,” tegas Lis.
Lebih lanjut, Lis menjabarkan bahwa keberhasilan program ini akan diukur dari munculnya komunitas-komunitas budidaya baru di tingkat RT/RW hingga terjadinya hilirisasi produk lokal. Baginya, pembangunan daerah yang fundamental wajib menyentuh penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, bukan sekadar memoles infrastruktur fisik.
“Harus ada hasil nyata, seperti terbentuknya komunitas, pengembangan tanaman obat, hingga pemanfaatan yang memberikan nilai tambah,” tambahnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala DP3 Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, menjelaskan bahwa intervensi ini merupakan penerjemahan langsung dari visi-misi Bima Sakti dalam mengoptimalkan potensi daerah.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin menciptakan pemanfaatan herbal yang lebih optimal serta membuka peluang usaha dari tanaman lokal yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi,” ujar Robert.
Melalui skema pemberdayaan ini, Pemko Tanjungpinang memproyeksikan lahirnya kemandirian kesehatan di level rumah tangga yang berjalan selaras dengan peningkatan pendapatan masyarakat berbasis kearifan lokal.




Tinggalkan Balasan