TANJUNGPINANG – Menghanguskan dapur warung bermaterial seng dan kayu hingga mengalami kerusakan parah, peristiwa kebakaran tersebut sempat menghebohkan warga yang berupaya membantu proses evakuasi dan pemadaman di lokasi kejadian.
Peristiwa kebakaran itu terjadi di Jalan Ganet, tepatnya di samping Masjid Miftahul Falah, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Kamis (2/7/2026) siang.
Kebakaran sontak menghebohkan warga sekitar. Sejumlah warga berupaya membantu pemilik warung dan melakukan pemadaman awal sebelum petugas tiba di lokasi.
Api dengan cepat membesar karena bangunan dapur didominasi material yang mudah terbakar, sehingga kobaran api dengan cepat melalap sebagian besar bangunan.
Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Ahmad Syahputra, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel bersama Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Tanjungpinang setelah menerima laporan kebakaran.
“Peristiwa terjadi sekitar satu jam yang lalu. Kami langsung menurunkan anggota beserta Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polresta Tanjungpinang,” kata Ahmad di lokasi kejadian.
Ia mengatakan penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.
“Kami sedang melakukan penyelidikan, jadi belum bisa disampaikan penyebabnya,” ujarnya.
Di lokasi, dua unit armada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tanjungpinang diterjunkan untuk memadamkan kobaran api hingga proses pendinginan selesai dilakukan. Petugas PLN juga melakukan pemutusan aliran listrik sebagai langkah antisipasi guna mencegah risiko yang lebih besar.
Pemilik warung, Hariani, mengaku kebakaran terjadi saat dirinya tengah merebus sekitar 15 liter air untuk membuat teh.
Menurutnya, usai menyalakan kompor, ia sempat masuk ke kamar mandi. Namun ketika kembali, api sudah membesar dan dengan cepat membakar isi dapur.
“Saya sedang masak air teh sekitar 15 liter. Setelah itu saya ke kamar mandi. Pas saya kembali, api sudah besar dan cepat menyambar karena di dalam banyak pakaian,” tutur Hariani.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.29 WIB setelah petugas berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan.
Beruntung tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam musibah ini, meski total kerugian materiil hingga kini masih belum diketahui secara pasti dan masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Guna mencegah risiko yang lebih besar, petugas PLN di lapangan juga turut melakukan pemutusan aliran listrik di area sekitar.
(Kev)




Tinggalkan Balasan