Bintan – Pengembangan produk ecoprint khas Desa Sebong Pereh hingga siap dipasarkan menjadi fokus pendampingan STIE Pembangunan Tanjungpinang kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Al Fazza melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang kini memasuki tahun ketiga.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sebong Pereh, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Minggu (26/7/2026).
Pada tahun ketiga pelaksanaan PKM, STIE Pembangunan Tanjungpinang mengarahkan pendampingan pada peningkatan kapasitas produksi ecoprint hingga menghasilkan produk jadi, seperti pakaian dan tas, yang siap dipasarkan. Untuk mendukung proses tersebut, tim PKM juga menyerahkan bantuan mesin jahit kepada kelompok binaan.
Ketua Tim PKM STIE Pembangunan Tanjungpinang, Eko Murti Saputra, mengatakan program yang telah berjalan selama tiga tahun itu merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan agar masyarakat mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan memiliki daya saing.
“Program ini merupakan pengabdian yang berkelanjutan. Memasuki tahun ketiga, kami berharap bantuan mesin jahit yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh ibu-ibu KUBE Al Fazza untuk berkolaborasi menghasilkan produk ecoprint yang berkualitas, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing di pasar. Harapan kami, produk-produk tersebut nantinya dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produk ecoprint yang dikembangkan KUBE Al Fazza mengangkat motif ondok-ondokatau kuda laut sebagai identitas Desa Sebong Pereh. Keunikan tersebut diharapkan menjadi daya tarik sekaligus memperkuat nilai jual produk kerajinan lokal.
Sementara itu, Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang, Ranti Utami, menegaskan seluruh program Pengabdian kepada Masyarakat merupakan bentuk komitmen kampus dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Seluruh kegiatan PKM ini merupakan persembahan STIE Pembangunan Tanjungpinang kepada masyarakat. Sebagai perguruan tinggi yang berada di Pulau Bintan, kami ingin hadir membantu pelaku UMKM agar memiliki daya saing, mampu berkembang secara mandiri, dan tetap bertahan di tengah tantangan ekonomi yang ada. Kami juga siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, maupun masyarakat melalui pendampingan, pengembangan ide, inovasi, hingga pembinaan usaha, khususnya untuk mendorong kemajuan UMKM berbasis kemaritiman di Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.
Ranti menambahkan, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mendorong produk ecoprint khas Desa Sebong Pereh menembus pasar yang lebih luas sekaligus menjadi salah satu produk unggulan daerah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
(Kev)




Tinggalkan Balasan