Bintan – Upaya mendorong pengelolaan sampah plastik agar memiliki nilai ekonomi terus diperkuat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dijalankan STIE Pembangunan Tanjungpinang. Program tersebut diwujudkan dengan pengadaan mesin pencacah plastik, mesin pres sampah, serta pendampingan pengelolaan Bank Sampah Kharisma Mandiri sebagai langkah membangun sistem pengolahan sampah yang berkelanjutan.
Kegiatan itu dilaksanakan di Bank Sampah Kharisma Mandiri, Desa Ekang Anculai, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (26/7/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan STIE Pembangunan Tanjungpinang. Pada 2026, kampus tersebut memiliki empat program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dua di antaranya difokuskan untuk mendampingi kelompok Bank Sampah Kharisma Mandiri.
Ketua tim pengabdian, Armansyah, mengatakan bantuan mesin pencacah plastik dan mesin pres sampah diberikan sebagai fondasi awal untuk membangun sistem pengolahan sampah plastik yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi.
“Ini merupakan proses berkelanjutan. Tahun ini kami bertahap membangun fondasi pengolahan sampah plastik. Mudah-mudahan ke depan program ini dapat dilanjutkan ke tahapan selanjutnya sehingga selain menghasilkan biji plastik, nantinya biji tersebut dapat diolah menjadi produk akhir dengan dukungan alat yang kami berikan,” katanya.
Ia menjelaskan, pengadaan peralatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui proses hilirisasi sampah plastik.
Menurutnya, apabila pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan, sampah plastik yang selama ini menjadi limbah dapat diolah menjadi produk bernilai jual dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang, Ranti Utami, mengatakan seluruh program PKM yang dijalankan merupakan bentuk kontribusi kampus dalam mendukung penguatan UMKM dan pemberdayaan masyarakat.
“Seluruh kegiatan PKM ini merupakan persembahan dari STIE Pembangunan Tanjungpinang. Dengan posisi kampus yang strategis di Pulau Bintan, kami ingin membantu pelaku UMKM agar memiliki daya saing dan mampu mandiri di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Ranti menambahkan pihaknya berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat melalui pendampingan, pembinaan, serta pengembangan ide dan inovasi untuk memperkuat UMKM kemaritiman di Kepulauan Riau.
(Kev)




Tinggalkan Balasan