Tanjungpinang — Nasib 1.449 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Provinsi Kepulauan Riau hingga kini masih belum mendapatkan kepastian. Menjelang berakhirnya masa kontrak pada November 2026, pemerintah daerah belum memberikan kejelasan terkait perpanjangan Surat Keputusan (SK) maupun kebijakan lanjutan terhadap para tenaga pendidik tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Hanafi Ekra, mengatakan pihaknya terus mendorong pemerintah agar segera mengambil langkah konkret demi memberikan kepastian hukum dan keberlanjutan status bagi para guru PPPK paruh waktu.

“Persoalan ini menyangkut kehidupan banyak orang, sehingga perlu menjadi perhatian serius bersama,” ujar Hanafi, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut juga harus dipahami dalam konteks kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang saat ini tengah menghadapi tekanan anggaran cukup besar. Sementara di sisi lain, kebutuhan pembangunan daerah dan pelayanan publik tetap harus berjalan.

Ia menilai pemerintah perlu mengambil kebijakan secara hati-hati agar tidak merugikan pihak mana pun, khususnya para tenaga pendidik yang selama ini telah menjalankan tugasnya.

“Kebijakan yang diambil nantinya harus mempertimbangkan seluruh kepentingan secara proporsional,” katanya.

Hanafi juga menyoroti kondisi APBD Kepri yang dinilai belum sepenuhnya stabil. Meski anggaran daerah telah disahkan, sejumlah program dan kegiatan masih menghadapi keterbatasan pembiayaan. Karena itu, ia meminta pemerintah lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan daerah.

“Program pembangunan yang membutuhkan anggaran besar sebaiknya dikaji kembali sampai kondisi fiskal daerah benar-benar membaik,” tegasnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Hanafi mengimbau para guru PPPK paruh waktu tetap menjalankan tugas seperti biasa sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah daerah.

“Kami di DPRD akan terus berupaya mencari solusi terbaik agar para guru mendapatkan kepastian dan perhatian yang layak,” pungkasnya.