Tanjungpinang – Bupati Bintan Roby Kurniawan menjenguk para korban kecelakaan bus operasional Pemkab Bintan yang menjalani perawatan di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT), Tanjungpinang, Selasa (20/10/2026) malam. Pemkab Bintan memastikan akan mendukung penanganan medis para korban hingga pulih, dengan berkoordinasi bersama PT Jasa Raharja.
Roby mengatakan pemerintah daerah turut prihatin atas kecelakaan tersebut dan berharap seluruh korban segera pulih.
“Kita turut perhatikan atas kejadian musibah kecelakaan yang terjadi pada hari ini. Tentu Pemerintah Kabupaten Bintan men-support korban yang terluka. Hari ini, mudah-mudahan kita berdoa semoga segera diberikan kesembuhan, kemudian bisa cepat pulih, dan tentunya mudah-mudahan sehat semua,” ujar Roby saat diwawancarai awak media.
Berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, terdapat korban yang membutuhkan tindakan medis lanjutan, termasuk operasi. Roby mengatakan rincian kondisi pasien akan disampaikan oleh Dinas Kesehatan atau pihak rumah sakit.
“Menurut informasi yang disampaikan, ada yang akan dilakukan tindakan operasi nanti, tapi mungkin secara lebih jelasnya nanti akan disampaikan oleh Dinkes kita atau Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib,” katanya.

Roby menyebut sekitar 10 korban masih menjalani perawatan untuk observasi. Sementara itu, beberapa korban lainnya membutuhkan tindakan medis lanjutan sesuai hasil pemeriksaan dokter.
“Untuk lebih jelasnya nanti biar bisa disampaikan ya, tapi tadi menurut informasi yang disampaikan, ya ada kurang lebih 10 yang dilakukan rawat untuk mengobservasi dan ada beberapa yang dilakukan tindakan, mungkin ada yang besok pagi, nanti sudah diatur jadwal oleh medis,” ujarnya.
Sebagian korban lainnya telah diperbolehkan pulang. Namun, mereka tetap dapat kembali ke rumah sakit apabila mengalami keluhan setelah meninggalkan fasilitas kesehatan.
Pemkab Bintan juga berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk mendata para korban dan mendukung proses pemulihan mereka.
“Fokusnya, pertama ini untuk pemulihan dulu. Yang jelas kita bersama Jasa Raharja, tadi juga sudah mendata. Intinya tentu kita men-support-lah sampai benar-benar pulih untuk korban laka lantas pada hari ini,” kata Roby.
Para korban yang berada di dalam bus diketahui berasal dari Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan. Roby membenarkan bus tersebut biasa digunakan untuk mengangkut pegawai.
Terkait kondisi bus yang rusak akibat kecelakaan dan kebutuhan transportasi ke depan, Roby mengatakan hal tersebut akan dibahas melalui dinas terkait.
“Iya, nanti melalui Disdik ya. Tapi yang jelas ya kita akan selalu siap mendukunglah untuk mendukung transportasi,” tuturnya.
Sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan bus operasional Pemkab Bintan dan mobil Mitsubishi Xpander Cross terjadi di Jembatan Kangboy, Jalan Lintas Barat, Kabupaten Bintan, Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 16.20 WIB. Tabrakan tersebut menyebabkan bus terbalik hingga melintang di badan jalan.
Sopir bus, Nova, mengatakan kendaraannya melaju dengan kecepatan pelan sebelum bertabrakan dengan mobil Xpander Cross berwarna putih yang datang dari arah berlawanan.
“Sekitar jam 16.20-an. Mobil putih ini langsung hantam bus kami. Untung aja jalan sepi,” ujar Nova.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bintan Iptu Yelvis Oktaviano mengatakan kecelakaan tersebut diduga terjadi karena mobil Xpander melaju dengan kecepatan tinggi hingga kehilangan kendali.
“Mobil putih ada tiga orang. Sedangkan bus korbannya 21 orang. Semua selamat,” ujar Yelvis.
Total 24 orang dari kedua kendaraan dilaporkan menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Seluruhnya dilaporkan selamat, meski sejumlah korban mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Bus yang terbalik kemudian dievakuasi karena sempat menghalangi arus lalu lintas.
Roby menegaskan Pemkab Bintan akan terus mendukung pemulihan para korban dan berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai kebutuhan transportasi setelah bus operasional tersebut mengalami kerusakan.
(Kev)




Tinggalkan Balasan