Ulasfakta-Buton Tengah – Semarak syiar Islam menyelimuti Gedung Kesenian Lakudo, Rabu (29/4/2026), saat Pemerintah Kabupaten Buton Tengah resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-VI Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Kegiatan diawali dengan Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah dan diikuti para kafilah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Buton Tengah.

Pembukaan MTQ dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Buton Tengah, Ketua BKMT Buton Tengah, Ibu Umi Noranah Azhari, S.Pd., Wakil Ketua BKMT Ibu Kartini Adam Basan, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, Kepala Desa, tokoh agama, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Buton Tengah mengajak seluruh masyarakat menjadikan MTQ bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengawali sambutan dengan ungkapan syukur atas nikmat kesehatan dan iman yang diberikan Allah SWT sehingga masyarakat dapat kembali berkumpul dalam suasana penuh keberkahan. Menurutnya, kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

“Setiap waktu yang Allah berikan harus diisi dengan amal kebaikan, ilmu, dan pengabdian. Melalui MTQ ini, kita ingin menghadirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa visi besar pembangunan Buton Tengah sebagai “Kota Pendidikan” harus dimulai dari penguatan pendidikan karakter dan agama di lingkungan keluarga.

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi unggul dan berakhlak mulia. Karena itu, nilai-nilai Al-Qur’an harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan orang tua dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita ingin melahirkan generasi Qur’ani, generasi yang menjadi penyejuk hati orang tua, memiliki akhlak yang baik, serta mampu membawa kemajuan bagi daerah ini. Pendidikan agama adalah pondasi utama agar anak-anak kita tidak kehilangan arah di masa depan,” tuturnya.

Dalam suasana penuh haru, Bupati juga mengingatkan pentingnya penghormatan kepada kedua orang tua, khususnya ibu, sebagai jalan memperoleh keberkahan hidup.

“Orang yang memuliakan orang tuanya akan dimuliakan kehidupannya. Nilai inilah yang harus terus hidup di tengah masyarakat Buton Tengah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut memberikan penegasan kepada seluruh Camat, Lurah, Kepala Desa hingga Kepala UPTD agar aktif memantau dan menghidupkan kegiatan keagamaan di wilayah masing-masing.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari keberhasilan membangun karakter dan spiritualitas masyarakat.

“Saya ingin Majelis Taklim aktif, taman pengajian berjalan, dan anak-anak kita benar-benar belajar mengaji. Keberhasilan seorang pemimpin wilayah bukan hanya terlihat dari pembangunan jalan atau gedung, tetapi sejauh mana ia mampu menghadirkan kehidupan religius di tengah masyarakat,” tegasnya.

MTQ Ke-VI Tingkat Kabupaten Buton Tengah Tahun 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya qari dan qariah terbaik, sekaligus memperkuat semangat masyarakat dalam memahami, mencintai, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup menuju Buton Tengah yang religius dan berkemajuan.