TANJUNGPINANG – Kobaran api kembali melanda sebuah ruko yang difungsikan sebagai rumah kos di Kota Tanjungpinang, hanya berselang dua hari setelah insiden kebakaran sebelumnya yang viral di media sosial. Kebakaran yang kembali terjadi di bangunan yang sama itu mengundang perhatian warga, meski api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke seluruh bagian bangunan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Raja H. Fisabilillah Km 5, Gang Sempati Indah, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya di depan Space Pool Billiard & Caffe, Jumat (10/7/2026) siang.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang menerima laporan pada pukul 12.20 WIB, tiba di lokasi pukul 12.25 WIB, dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 13.50 WIB.

Kepala Seksi Operasional DPKP Kota Tanjungpinang, Derry Ambari, mengatakan petugas langsung bergerak menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan melalui layanan hotline mengenai kebakaran di bangunan tersebut.
“Begitu menerima laporan, anggota piket langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan agar api tidak meluas ke bagian bangunan lainnya,” kata Derry.
Dalam penanganan tersebut, DPKP mengerahkan dua unit mobil pemadam, yakni armada BP 8043 T dan BP 9140 A. Personel dari Regu 1 Mako SKB, Regu 4 Pos Dompak, serta sejumlah personel tambahan turut diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman.
Api berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran sempat membahayakan penghuni rumah kos serta mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi.
Derry mengatakan penyebab kebakaran maupun besaran kerugian material masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.
Kebakaran kali ini menjadi insiden kedua yang terjadi di lokasi tersebut dalam kurun waktu dua hari. Sebelumnya, pada Rabu (8/7/2026), kebakaran menghanguskan dua kamar di lantai dua ruko kos yang sama. Peristiwa itu sempat menjadi perhatian publik setelah rekaman kepulan asap tebal dan kobaran api beredar luas di media sosial.
Dalam kejadian sebelumnya, tiga penghuni sempat terjebak akibat asap tebal yang menutup akses keluar. Dua penghuni berhasil menyelamatkan diri melalui bagian depan dan belakang bangunan, sementara seorang penghuni lainnya keluar melalui bangunan di sebelahnya. Seluruh korban berhasil selamat, sedangkan hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran, meski penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan.
Peristiwa kebakaran yang kembali terjadi dalam waktu berdekatan itu menjadi perhatian warga sekitar. Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah kedua insiden tersebut saling berkaitan karena penyebab kebakaran yang terjadi pada Jumat masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Derry kembali mengimbau masyarakat, khususnya pemilik rumah kos, ruko, maupun tempat usaha, agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik dan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
“APAR sangat penting sebagai penanganan awal sebelum api membesar. Kami juga mengimbau masyarakat agar memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman sehingga potensi terjadinya kebakaran dapat diminimalkan,” ujar Derry.
(Kev)




Tinggalkan Balasan