TANJUNGPINANG – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui penguatan sistem digitalisasi perpajakan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni penerapan Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (QRESTO) untuk meminimalkan potensi kebocoran penerimaan pajak sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan pajak daerah.
Rencana tersebut dibahas saat pertemuan Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Jl. Daeng Marewa No. 2. Senggarang, Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Selasa (7/7/2026).
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan penerapan QRESTO menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pembayaran pajak yang lebih akurat, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, digitalisasi pembayaran pajak akan memperkecil potensi kesalahan perhitungan maupun kebocoran penerimaan daerah.
“Selama ini, sistem pembayaran pajak di Kota Tanjungpinang selalu terjadi kebocoran dan salah perhitungan. Maka dengan penerapan sistem QRESTO dan bekerja sama dengan perbankan, akan meminimalisir terjadinya kebocoran atau manipulasi setoran wajib pajak serta meningkatkan PAD Kota Tanjungpinang,” kata Lis.
Selain penerapan QRESTO, Pemko Tanjungpinang juga tengah menyiapkan peluncuran Kartu Berbenah yang akan berfungsi sebagai single data entry sekaligus kartu debit untuk mendukung pelayanan publik yang lebih terintegrasi dan memangkas birokrasi.
Lis berharap Bank Indonesia dapat terus mendukung percepatan digitalisasi, baik di sektor perpajakan maupun pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami sangat berharap Bank Indonesia dapat memfasilitasi digitalisasi perpajakan dan digitalisasi UMKM agar setiap program pemerintah daerah berjalan selaras, bantuan sosial lebih tepat sasaran, serta mendorong pengembangan produk unggulan UMKM,” ujarnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P, menyatakan pihaknya mendukung rencana Pemko Tanjungpinang dalam menerapkan QRESTO sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola penerimaan pajak daerah.
Menurut Rony, digitalisasi sistem pembayaran akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus meningkatkan transparansi penerimaan daerah.
“Kami siap mendukung dan bersinergi dengan Pemko Tanjungpinang dalam penerapan QRESTO. Program ini sangat positif karena memudahkan masyarakat membayar pajak sekaligus meminimalisir kebocoran penerimaan yang menjadi Pendapatan Asli Daerah,” ujar Rony.
Selain mendukung digitalisasi perpajakan, Bank Indonesia Kepri juga akan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi daerah, termasuk menjaga stabilitas harga dan mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi.
Rony mengatakan Bank Indonesia bersama Pemko Tanjungpinang juga berencana meluncurkan produk unggulan UMKM bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital UMKM di Kota Tanjungpinang.
(Kev)




Tinggalkan Balasan