TANJUNGPINANG – Kepulan asap tebal disertai kobaran api menghanguskan dua kamar di lantai dua sebuah rumah toko (ruko) yang difungsikan sebagai rumah kos di Kota Tanjungpinang. Peristiwa kebakaran tersebut sempat menjadi perhatian warga setelah rekaman kejadian viral di media sosial. Tiga penghuni sempat terjebak di dalam bangunan sebelum berhasil menyelamatkan diri, sementara kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Raja H. Fisabilillah Km 5, Gang Sempati Indah, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya di depan Space Pool Billiard & Caffe, Rabu (8/7/2026) sore.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang menerima laporan pada pukul 16.30 WIB, tiba di lokasi pukul 16.35 WIB, dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 17.45 WIB.

Kepala Seksi Operasional DPKP Kota Tanjungpinang, Derry Ambari, mengatakan petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya kebakaran di lantai dua bangunan tersebut.

“Kami langsung mengerahkan satu unit armada dari pos terdekat, kemudian disusul dua unit armada dari Pos Dompak dan Pos Bintan Center untuk membantu proses pemadaman,” kata Derry.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati bangunan tersebut merupakan rumah kos yang terdiri dari sejumlah kamar. Api menghanguskan dua kamar di lantai dua, sementara kamar lain di lantai yang sama dan seluruh kamar di lantai tiga berhasil diselamatkan sehingga kobaran api tidak sempat meluas.

Kondisi ruko kos di Tanjungpinang usai kebakaran yang menghanguskan dua kamar di lantai dua | Foto Damkar

Derry menjelaskan tiga penghuni sempat terjebak akibat kobaran api dan asap tebal yang menutup akses keluar. Dua orang berada di lantai dua, sedangkan seorang lainnya berada di lantai tiga.

“Mereka berhasil menyelamatkan diri. Ada yang keluar melalui bagian belakang bangunan, ada juga yang melompat dari jendela depan. Satu penghuni di lantai tiga berpindah melalui bangunan di sebelahnya. Alhamdulillah, ketiganya selamat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti maupun besaran kerugian masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam. Api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 45 menit sehingga tidak merambat ke bangunan lainnya.

Menurut Derry, upaya penanganan awal sebenarnya sempat dilakukan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di lokasi. Namun, api dengan cepat membesar setelah membakar kasur di salah satu kamar.

“Untuk rumah kos maupun tempat usaha, kami mengimbau agar menyediakan APAR sebagai langkah penanganan awal. Semakin cepat api ditangani, semakin kecil potensi kebakaran meluas,” katanya.

Sementara itu, mantan penghuni rumah kos tersebut, Arita, mengaku terkejut saat mengetahui bekas kamar yang pernah ditempatinya ikut terdampak kebakaran. Ia mengatakan telah pindah dari lokasi tersebut sekitar enam hari sebelum kejadian dan seluruh barang miliknya sudah dipindahkan ke tempat tinggal baru.

“Kami sebenarnya sudah pindah sekitar enam hari yang lalu. Barang-barang juga sudah kami angkut semua ke kos baru. Tadi dapat kabar dari teman kalau kamar kami terbakar, jadi langsung datang ke sini,” ujar Arita.

Menurut Arita, sebelum meninggalkan kamar tersebut, ia sempat merasakan kondisi kamar yang cukup panas dan pengap karena pendingin ruangan (AC) sudah tidak digunakan beberapa hari.

“Malam itu memang terasa pengap dan panas, karena AC sudah tidak dinyalakan beberapa hari. Rencananya barang terakhir mau diambil hari itu, tapi kami pindahkan malam saja,” katanya.

Arita mengaku panik dan tidak menyangka kamar yang sebelumnya ditempatinya ikut terdampak kebakaran. Namun, ia bersyukur tidak ada barang miliknya yang terbakar karena seluruh barang sudah dipindahkan.

“Kalau barang sudah tidak ada, semuanya sudah pindah. Yang terbakar kemungkinan bagian kamar dan dinding karena AC berada di bagian triplek, mungkin api cepat membesar dari situ,” ujarnya.

Ia juga membenarkan ada penghuni yang sempat terjebak saat kejadian. Menurutnya, salah seorang penghuni mengalami luka akibat peristiwa tersebut, namun kondisi seluruh korban selamat.

(Kev)